Soup Dragons – Divine Thing

KITAB KEJADIAN 1: 26-27 dalam Alkitab menulis: Berfirmanlah Allah, “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan di laut dan burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi”. Lupakan dulu siapa yg disebut “Kita”, fokus kepada “mereka” alias jamak. Lanjut kepada Kejadian 2: 22, “Dan dari rusuk yg diambil Tuhan Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu”. Inilah moyang sepasang manusia paling terkenal, sering dikutip untuk kartu pernikahan. Awal penciptaan sejoli versi Yahwistik di Taman Eden, melupakan sosok “mereka” sebelumnya agar tidak kontradiktif atau Bereisheet. Sedangkan penganut Tranvesti terus memelihara eksistensi mereka sbg pewaris sulung semesta. Berupa tarian lintas gender Kwee Tjoen Lian alias Didik Nini Thowok, hingga Soup Dragons yg asing buat anda. Divine Thing bermakna Mahluk Ilahi, Yang Tertinggi. Disusul alegori, “But I should’ve Known that you were the Devil”.

PARA RABI Ibrani pernah meng-amini penciptaan figur androgini, berkelamin ganda menurut kitab Kejadian Rabbah 8: 1, Imamat Rabbah 14: 1 edisi kanonik Talmud. Lalu dipisah menjadi kromosom pria dan wanita sbg dua entitas pasca “bedah tulang rusuk”. Barulah di abad pertengahan mulai hadir karakter Lilith dikaitkan Kisah Penciptaan. Manuskrip Alfabet Ben Sira menulis Lilith sbg pasangan Adam, terbuat dari bahan “bara” tanah yg identik sesuai Kejadian Pertama. Penamaan Lilith diadopsi dari mitos Sumeria tentang vampir perempuan “Lillu”. Simbol yg mungkin menyamarkan rahasia dibalut legenda Yahudi, eisegese, okultisme, sosok Feminism di seluruh Bumi berupa Semiramis, Asytoret, Ishtar, Athena, termasuk Izebel putri raja Sidon. Alkitab secara eksplisit telah menulis Lilith dalam Kitab Yesaya 34:14 (NRSV), There too Lilith shall repose, and find a place to rest. “Lilith akan beristirahat di sana dan menemukan tempatnya”. Kebenaran selalu menyakitkan, bukan untuk semua orang. Videoku telah kuedit secara detil sekaligus samar, tentang hasrat terselubung Lilith bareng Eva. Tanpa melibatkan lagi peran chauvinisme lewat dominasi sang Adam.
SEAN DICKSON, gitaris kampung dgn visi global dan misi universal. Bermula dari gigs Punk sesuai trend 80an, bikin demo rekaman secara indie. Lagu2nya akrab di radio hingga terdengar ke London, menarik minat mantan manajer Wham. Sean diminta bikin band, lahirlah Soup Dragons, dari nama serial TV BBC 70an. Pentas ibu kota mereka kuasai setelah mendaur ulang lagu Rolling Stones, pihak major label berdatangan. Sean udik menanjak sbg warga cosmopolitan, juga perubahan gaya musik. Punk telah usai, para DJ berkuasa di tiap komunitas. Wham bubar, George Michael berkibar. Sean larut dalam spiritual baru, kepincut penari cantik terkenal padahal aslinya pria. Lahirlah Divine Thing dgn konsep ambigu, lalu kuterjemahkan dalam figure Lilith. Istriku sempat tanya, ini video tentang lesbian ya? Pastinya Soup Dragon malah bubar setelah meraih pasar dunia dan Sean menghilang. Patut disayangkan jika Divine Thing turut lenyap. Kisah Sean turut mengilhami film dokumenter Teenage Superstars tentang gerakan musik indie di Glasgow era 1982 sampai 1992. (nDy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s