LAY MUK TAN – Underwater City Of Lemukutan’s Island

1.*Konsep Perencanaan Kota Bawah Air “LAY MUK TAN”, dan Dokumentasi Kegiatan Kelautan di Kalbar 2012*
1. Merupakan pengembangan dari kegiatan rutin yakni Rehabilitasi Pesisir dan Kelautan pada Dinas Kelautan & Perikanan Prov Kalbar. Melalui aktifitas Pemulihan Lingkungan dan Transplantasi Terumbu Karang, serta ajang Pemberdayaan dan Kecintaan Budaya Kelautan kepada Masyarakat Pesisir Kalbar. Keduanya difasilitasi APBD 2012 di Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Kab Bengkayang, di perairan Pulau Lemukutan.
2. Ide awal dan konsep Kota Bawah Laut, merupakan penerapan pemulihan Terumbu Karang (Coral City). Juga dapat dimanfaatkan sbg wisata bawah air berbasis konservasi dan budaya. Melibatkan unsur masyarakat setempat berikut kearifan lokal berupa tema berbasis legenda setempat.
3. Sebuah literatur Sambas menulis periode kerajaan Nek Riuh sekitar abad 12, telah terjadi jalur sibuk dari Kerajaan China melalui Champa menuju Demak. Mereka sempat singgah di wilayah Tanjung Datuk hingga kawasan Jawai, Sambas. Terjadi pemukiman marga Hui juga penyebaran ajaran Islam, menjadi marga Hanafi. Kemudian ada putri bangsawan Hakka pada era gubernur Nan King, menderita penyakit Pot Lai Kho atau sejenis lepra. Maka harus diasingkan, menuju pulau kosong di bawah Sambas. Dipimpin pendekar kasim kepercayaan bernama Lay Muk Tan, kelak dikaitkan dgn eksistensi raja Tan Unggal sbg penguasa Sambas sejak abad 15.

4. Berdasarkan percakapanku dgn tokoh X.F Asali, nama marga pada umumnya berada di depan. Sehingga kecil hubungan antara Tan Unggal dgn Lay Muk Tan serta semestinya marga Lay. Lalu Muk Tan biasanya nama feminim karena diambil dari sejenis bunga sub tropis, Mooktan. Sehingga mitos Lay Muk Tan lebih cocok untuk nama putri bangsawan, bukan citra maskulin. Sosok yg kupilih untuk membuat replika berupa gugusan patung (Underwater Sculpture Park) sehingga bisa membentuk ekosistim baru di bawah laut. Menjadi terumbu karang buatan untuk rumah ikan, juga narasi mitos bagi wisata. Ide yg kuambil dari kreasi seniman juga penyelam Jason De Caires Taylor pada proyek Cancún Underwater Museum di perairan Meksiko.1..4. Beberapa kegiatan yg telah dilakukan pada 2012, serta persiapan untuk 2013:
a. Transplantasi Terumbu Karang, sertifikasi Selam yg melibatkan POSSI Kalbar.
b. Pendataan dan pemetaan lokasi, sosialisasi kpd masyarakat Pulau Lemukutan.
c. Melibatkan para awak media percetakan, radio & televisi, serta photographer.
d. Melibatkan beberapa nara sumber dan wawancara pakar budaya Kalbar.
e. Melibatkan arsitek, seniman, para model untuk pembuatan patung rekaan.
f. Memfasilitasi para awak media terlibat aktif, sejak sertifikasi selam dan liputan.
g. Bahan publikasi untuk Pameran dan Seminar Photography Bawah Air Kalbar 2013.
h. Persiapan penetapan Kawasan Konservasi Kelautan Daerah (KKPD) Bengkayang oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta usulan perairan Pulau Lemukutan sbg zona Taman Wisata Laut Daerah.

 

2 comments

  1. Setelah sekian lama kepengen…baru 17 agustus 2017 dapat menikmati “hamparan” Kima di didepan jetty lemukutan. 😔
    Dive kedua, Taman Kima dijadikan tujuan dive teman2 penyelam kalbar, yg menjadi 45 menit terpanggang matahari di dermaga gara2 rubber boat brimob yg bakalan jemput kempes…😔
    Penderitaan menjadi berkah..malah diarahkan ke Pulau Randayan..dan ikannya Banyak!!..😂

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s