HUT Kalimantan Barat, Sinkronisasi Kelautan SeKalimantan, dan Arsitek Dayak

Picture4Pada 1 Januari 1957 Kalimantan Barat resmi menjadi provinsi, berdasarkan Undang Undang No. 25 Tahun 1956 pada 7 Desember 1956. Serta menjadi dasar pembentukan dua provinsi lainnya di pulau Kalimantan, yakni Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Untuk upacara peringatan tahun ke 63 yg dilaksanakan hari Selasa, 28 Januari 2020 juga disertai Surat Edaran Gubernur Kalbar agar segenap ASN mengenakan busana adat. Saya lalu berkunjung ke Dekranasda untuk membeli kelengkapan dimaksud.Picture1“Tolong carikan baju yg cocok buat upacara besok”, pesan saya kepada petugas yg lalu masuk ke ruangan khusus. “Ini mungkin cocok bang, kain tenun tangan motif Sintang dan cume ade satu”, katanya. “Kok mirip kain Kapuas Hulu, saya pernah pesan khusus untuk lobi utama Bank Kalbar”, jawab saya. “Iyelah .. bang Endy kan? Saye masih ingat abang dulu pernah pesan dgn mas Uke di Dekranasda”. Saya tentu terkejut. Rupanya beliau ini bang Afrizal, masih tetap ingat dgn peristiwa seperempat abad lalu.Picture3Saat itu bersama desainer Uke Tugimin akhirnya kami membeli belasan lembar kain tenun di Taman Mini Jakarta. Karena pihak Dekranasda Kalbar maupun ibu Jafari istri Bupati Kapuas Hulu tidak bisa menyediakan bahan utama yg saya desain untuk interior gedung Bank Kalbar. Lalu terjadi anugerah. Setelah upacara peringatan dgn baju baru, sayapun berpapasan dgn Uke Tugimin yg dibicarakan kemarin. Jika semesta telah berkehendak, manusia tinggal menjalankan saja. Maka spontan saya ajak mas Uke foto bareng setelah belasan abad gak pernah ketemu. Kemudian bergegas ke Dekranasda lagi hanya untuk berfoto bareng bang Rizal pula, lalu ngebut ke arah Sei Kakap. 

Mungkin mereka sempat bingung karena serba gopoh, akibat saya harus menghadiri Rapat Sinkronisasi Kelautan seKalimantan di BPSPL Pontianak. Saya janji akan menuliskan serta kirim foto2 bersama lewat artikel blog. Sekalian dokumentasi khusus bagi para staf kantor yg telah dandan demi partisipasi lomba parade busana daerah setelah upacara, namun gak bisa saya hadiri. Picture5Adapun acara Sinkronisasi Kelautan se Kalimantan ini baru pertama kali dilaksanakan, difasilitasi BPSPL Pontianak yg juga memperingati usia ke sebelas pada 27 Januari 2020 kemarin. Dihadiri para pejabat kelautan dari Kalteng, Kalsel, Kaltim serta Kaltara, untuk topik kegiatan Kawasan Konservasi dan Jenis Ikan yang Dilindungi sesuai tupoksi BPSPL meliputi anggaran APBD, DAK serta Dekon Satker 07 KKP. Dihadiri pula para LSM dari perwakilan Deklarasi Kelautan Kalbar yg turut mendukung proses RPZ Kalbar pada 5 kabupaten pesisir. Antara lain WWF mewakili kegiatan Sambas, Sampan di Kubu Raya, serta WeBe Adventure dari Ketapang.bAgaknya kostum adat yg kubeli dadakan kemarin memang punya makna serta peran tersembunyi, sehingga perlu diabadikan serta pembuktian. Maka selain pengalaman pribadi dalam tiga hari di tengah rangkaian hari jadi Kalbar, saya jadi terkenang dgn beberapa peristiwa silam. Selain pernah turut mempercantik Bank Kalbar yg masih eksis hingga kini, sebelumnya saya terlibat sbg arsitek pada PT Viva Contractor sbg pelaksana pembangunan gedung berikut interior dan ornamen DPRD Prov. Kalbar.aAktivitas pribadi lainnya seperti merenovasi menara Masjid Raya At Taqwa Pemangkat, menang rancang gedung Wisma Penghubung Kalbar di Jln Guntur Jakarta atas pilihan alm. Muchalli Taufik sbg WaGub Kalbar masa itu bersama pk Muis Hakka sbg Pimpro.  Berlanjut desain Kantor Pusat PELNI di Kota Baru, kolam renang Oevang Oeray, beberapa rumah di BLKI era 1994 hingga awal 2000an. Menjadi referensi untuk terlibat dalam pembentukan Ikatan Arsitektur Indonesia Kalbar dan terdaftar dalam tujuh arsitek senior. Akhirnya atas saran alm. Said Djafar sbg sesama alumni Arsitektur Parahyangan Bandung, seijin Kadis PU Kalbar juga pk Syawal Bondoreso sbg Pimpro pembangunan gedung DPRD Prov. Kalbar, saya mendaftar utk mengikuti tes dalam formasi CPNS di tahun 1998. Picture2Setelah sempat beberapa tahun sbg pengajar untuk angkatan pertama Program Studi Arsitektur Politeknik Pontianak, saya ditugaskan Bappeda Kalbar mengikuti beasiswa Master Maritim di Australia tahun 2004. Berdampak minat hidup berubah haluan, dari dunia arsitektural menjadi kelautan. Semuanya untuk mengabdi bagi provinsi ini. BTW, tidak akan ada orang yg sudi menulis tentangmu, namun para sahabat kelak bercerita. Tentang hal buruk atau memilih kisah baik, selanjutnya urusan mereka. Terima kasih, Dirgahayu Kalbar! (dionisius endy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s