Boy I Love You – Fairuz – Catatan Si Boy

CATATAN SI BOY menjadi tonggak literasi popular yg sukses dalam tiga dimensi. Meliputi aspek tulisan, oral, juga visual. Berawal dari naskah Wanda Tumanduk tentang jejaka metropolis. Doi kudu pinter, kece, badung tapi nyantri, tentu saja kaya raya agar realistis. Menjadi idola butuh ongkos, pesan yg pantas diusung oleh Prambors. Maskot radio lewat narasi monolog Marwan Alkatiri, on air saban jam 10 malam Jumat di awal 1985. Radio favoritku sebetulnya Mustang, tapi demi Si Boy jadi nyimak Prambors juga. Sensasi ini cuma dimiliki oleh pelaku yg pernah mengalami. Bukan bagi mereka yg hanya baca sejarah, atau dengar “katanya” doang.

KEMUDIAN SEJAK Juni, format Si Boy berubah jadi sandiwara serial. Lebih meriah dan interaktif, disuarakan para penyiar Epri, Artha Bangun, Ida Arimurti, dkk. Beberapa lagu latar turut jadi hits seperti Happy Feet milik Tom Grant, kusisipkan pada intro videoku. Berhubung keterima di Unpar, aku harus ke Bandung, berpisah dgn Si Boy. Tapi gak lama karena Marwan Alkatiri sukses membujuk Nasri Cheppy bikin film Catatan Si Boy. Meski rada aneh dgn judul Kugadaikan Cintaku, dikawal aktor baru gk dikenal, Onky Alexander tahun 1987. Visualisasi yg juga sukses merambah TV dan kini di yutub. Bukti kenanganku bareng Prambors sbg rekan nongkrong di Lintas Melawai. Juga modal realita agar produktif berkelanjutan, begitulah prinsip konservasi. Seperti tabunganku lewat adsense dari tulisan dan video seperti ini. Thanks Boy. (nDy)

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s