Harvey Malaiholo – Datanglah Pelita Hati

HarveyHarvey Benjamin Malaihollo kelahiran Jakarta, 1962. Cucu biduan ternama Bram Titaley yg melahirkan Maudy sbg anggota “Titaley Sisters”, ibunya Harvey. Reputasi dan talenta sbg pendukung bakat Harvey menjuarai ragam festival nyanyi era 70an, jawara Bintang Radio dan Televisi Remaja tingkat Nasional. Namun gagal di dunia rekaman, sejak album perdana “Harvey, Volume 1” bersama Musica di tahun 1977. Mungkin salah langkah akibat beda segmen dgn selera penata musik A. Riyanto. Dipersulit rivalitas sesama bintang asal Timur yg booming seperti Broery Marantika, Margie Segers, hingga Anna Mathovani. Nyaris satu dekade karir Harvey mentok kecuali ngurus kumis tebalnya. Hingga Ireng Maulana ngajak kolaborasi berupa album trilogi, sembari sukses menjajal genre Bosas alias bossa nova ala Indomusika. Datanglah Pelita Hati karya Ryan Kyoto di 1985 kuanggap pas bagi perjuangan Harvey, plus dialog scat singing disahut solo Ireng. Juga cocok mewakili ciri bosas yg cenderung “laid back”, ketimbang unggulan Terpana, maupun Dia yg lebih populer.

Belum ada referensi khusus terkait bossa nova di Indonesia. Secara diskografis boleh merujuk rekaman bertajuk “Bossanova Indonesia” produksi 1982, saat Ireng Maulana menemani Rafika Duri. Meski telah hadir album “Jazz Vocal Indonesia Volume 1” tahun 1976 oleh Margie Segers, namun Ireng masih canggung menyebut bosas. Padahal latar belakangnya cukup mumpuni, alumni City Line Guitar Centre di Amerika, juga lulusan Konijnklijk Conservatorium Den Haag awal 70an. Ireng bukan memperdalam gitar jazz, melainkan gitar klasik dan akustik sbg roh bossa nova. Ia bergabung dgn sindikat wahid Eka Sapta bareng Bing Slamet, Idris Sardi, Eddy Tulis, Kibod Maulana, Jopie Item, dan Enteng Tanamal, sambil ngamen di acara Pojok Jazz TVRI asuhan Mus Mualim. Naluri bosas makin terasah lewat Ireng Maulana All Stars di tahun 1978 sbg pemandu musik Berpacu Bersama Melodi TVRI serta Friday Jazz Night di awal 80an. Jejak yg menunjang kelahiran album Bossanova Indonesia, serta pengantar kolaborasi Harvey – Ireng sbg tonggak bossas Indonesia. RIP maestro Ireng Maulana, Juni 1944 – Maret 2016. (nDy)

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s