The Rollies – The Love Of A Woman

LUXxThe Rollies asal Bandung merupakan gabungan dua kelompok musik. Yakni Delimars terdiri dari Deddy Sutansyah, Iwan Krisnawan dan Teuku Iskandar, serta Delly Djoko Alipin dari grup Genta Istana. Pada April 1967, Deddy mengusulkan nama Rollies sbg plesetan rambut mereka, “roll” maksudnya keriting, dan “lurus” milik Delly menjadi “lies”. Mereka ngumpul di studio musik yg disediakan bokap Deddy sbg pebisnis hotel. Selain meniru karya populer The Beatles, Bee Gees, serta Hollies, Rollies berinovasi dgn corak yg lebih kompleks. Diajaklah “pemusik sekolahan” Benny Likumahuwa karena melek not balok sambil menambah alat tiup. Rollies naik kelas sbg band jazz rock brass section mendahului jaman melahap lagu Blood Sweat & Tears, Chicago, funky ala James Brown saat vokalis Bangun Sugito gabung. Mereka siap rekaman tapi gak ada cukong lokal berani bikin kontrak, akibat selera kecanggihan. Maka saat Rollies ngamen di Singapura, sejarah dibuka oleh perusahaan Pop Sound Phillips di tahun 1969.

Mereka langsung merilis dua album untuk segmen berbeda. Yakni Halo Bandung berisi instrumental keroncong Bandar Djakarta, Sansaro, Puteri Solo dan lainnya. Album kedua yg Rollies banget, berisi cover version berbahasa Inggris seperti I Feel Good, Sunny, Gone Are The Songs Of Yesterday. Termasuk The Love Of A Woman karya Barry Gibb yg awalnya khusus untuk penyanyi cewek Australia. Menurutku versi Rollies lebih “soul dan advance” ketimbang aslinya milik Samantha Sang maupun Patricia Paay, walau rada aneh kok lagu tentang “saat hilang keperawanan” dibawakan oleh lelaki. Vokal Delly lebih bertenaga dan emosional, diimbuhi percumbuan “walking bass” dgn snare drum keren, tentu saja brass section nan sexy. Harta karun telah berkumandang saat usiaku baru tiga tahun kala itu, sepatutnya dilestarikan. Jika ilustrasi video terasa kurang nuansamatik dgn kehadiran Nadya Hutagalung, akibat langkanya dokumentasi Rollies. Anggaplah sbg tribute untuk menjembatani selera kaum Jurasic dgn khalayak millenial Indonesia agar gak gampang mengabaikan sejarah musik pribumi. Inilah band kebanggaan Paris Van Djava yg telah membuka konser Bee Gees pada 2 April 1972 di Istora Senayan, serta Shocking Blue 23 Juli 1972 di Taman Ria Monas. (nDy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s