Rencana Pengelolaan Zonasi (RPZ) Kawasan Konservasi Perairan Kalbar

Picture1Merupakan amanat Permen KP No. 30 Tahun 2010 tentang Rencana Pengelolaan dan Zonasi (RPZ) Kawasan Konservasi Perairan. Melalui pembagian rencana jangka panjang pengelolaan kawasan yang berlaku selama 20 (dua puluh) tahun, serta rencana jangka menengah pengelolaan kawasan yang berlaku selama 5 (lima) tahun, sebagai jabaran terhadap visi, misi, tujuan, sasaran pengelolaan, dan strategi pengelolaan kawasan. Adapun tahapan dan lingkup pekerjaan RPZ yang harus dilaksanakan, meliputi kegiatan:Picture2

1) Pembentukan Kelompok Kerja (POKJA RPZ):
Kepala satuan unit organisasi membentuk kelompok kerja yang keanggotaannya terdiri dari kepala Satuan Unit Organisasi Pengelola sebagai penanggung jawab, unit kerja dan instansi terkait, lembaga perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, kelompok masyarakat dan masyarakat adat; dan/ atau dunia usaha.
2) Pengumpulan Data (Primer) dan Informasi (Data Primer), meliputi:
a. Data fisik: iklim, keadaan pantai dan perairan, oseanografi, dan potensi lainnya;
b. Data bio-ekologis: tipe dan lokasi habitat yang bernilai tinggi dan karakteristiknya seperti keberagaman jenis, ukuran, tingkat kealamiahan, keunikan dan keterwakilan serta ketergantungan biota terhadap Kawasan Konservasi Perairan;
c. Data sosial dan budaya: tipe, lokasi dan jumlah masyarakat, tingkat kemandirian masyarakat pengguna, dampak terhadap biota dan habitat, kegiatan lain yang merusak habitat dan sumber daya ikan, keberadaan dan potensi ancaman dari aktivitas di luar kawasan dan di sekitar kawasan antar zona dalam kawasan, kearifan lokal serta adat istiadat; dan
d. Data ekonomi: mata pencaharian masyarakat, nilai penting perikanan, potensi rekreasi dan pariwisata, dan kemudahan mencapai kawasan.
3) Analisis:
Data dan informasi yang terkumpul lalu dianalisis.
4) Penataan Zonasi Kawasan Konservasi Perairan (FGD), meliputi:
a. Perumusan rancangan zonasi yang dituangkan dalam peta dengan skala minimal 1 : 50.000;
b. Uraian potensi masing-masing zona;
c. Penetapan peruntukan masing-masing zona;
d. Penetapan batas koordinat geografis zona; dan
e. Perumusan kegiatan yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada masing-masing zona.

5) Penyusunan Rancangan Rencana Jangka Panjang dan Menengah (FGD). 

6) Konsultasi Publik.

Untuk mendapatkan masukan, tanggapan, atau saran/ tanggapan bagi penataan zonasi dan penyusunan rencana jangka panjang dan rencana jangka menengah lakukan konsultasi publik guna kemudian menghasilkan rumusan zonasi dan rencana jangka panjang dan rencana jangka menengah (konsultasi publik dapat dilaksanakan lagi jika masih diperlukan).
7) Perumusan Zonasi dan Rencana Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan.
8) Perumusan Dokumen Final.
Dokumen zonasi dan rencana pengelolaan jangka panjang dan rencana pengelolaan jangka menengah sekurang-kurangnya memuat:
a. Pendahuluan, yang berisi latar belakang, tujuan dan ruang lingkup penyusunan rencana pengelolaan;
b. Data potensi ekologis, ekonomi dan sosial budaya kawasan serta permasalahan pengelolan;
c. Penataan Zonasi
d. Kebijakan pengelolaan kawasan konservasi perairan
e. Strategi pengelolaan kawasan konservasi; dan
f. Program pengelolaan kawasan konservasi perairan.
9) Keluaran Dari Pekerjaan:
a. Dokumen RPZ Kawasan Konservasi (KKP3K) Taman Pesisir Paloh Kabupaten Sambas;
b. Dokumen RPZ Kawasan Konservasi (KKP3K) Taman Pesisir – Kabupaten Bengkayang;
c. Dokumen RPZ Kawasan Konservasi (KKP3K) Taman Pesisir – Kabupaten Kubu Raya;
d. Dokumen RPZ Kawasan Konservasi (KKP3K) Taman Pesisir – Kabupaten Kayong Utara;
e. Dokumen RPZ Kawasan Konservasi (KKP3K) Taman Pesisir – Kabupaten Ketapang.
(dionisius endy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s