Elvis, Sting dan Tom Hanks

SEBELUM ADEGAN Top Gun Maverick dimulai, muncul trailer dgn dialog provokatif.  “Without me, there would be no Elvis Presley”. Anehnya Elvis gak kunjung hadir di bioskop Living World maupun CGV cinema. Minggu lalu saat mudik, istriku bilang hanya tayang di Plaza Senayan. Menurutku film ini menarik bukan tentang penyanyi, tapi gegar budaya pop dunia. Koleksiku cukup banyak tentang Elvis meski di bawah The Beatles. Jadi bekal mencerna biopic dalam durasi dua jam lebih untuk meringkas kejayaan The King sepanjang 4 dekade. Dituturkan oleh sang manajer, Colonel Tom Parker yg kesanku justru jadi tokoh utama cerita. Dia yg menemukan Elvis, membentuk dan mengatur bak boneka, lalu membunuh untuk menikmati harta sang Raja. Bahkan Priscilla nyerah dan minta cerai setelah menyadari Elvis lebih terobsesi pada musik, tepatnya, takut kepada Tom. Begitulah jika posisi atau jabatan digadai seperti hutang, sell your soul to the devil.

TOM PARKER asal Belanda, hijrah ke Amerika sbg pendatang haram. Sering pindah tempat, merubah logat bicara seolah cadel, introvert sbg pencari bakat. Saat nonton Elvis muda nyanyi, Tom melihat dirinya dalam sosok lain. Sang Mr Hyde telah menemukan raganya, Dr Jekyll. “We are the same, you and I. We are two lonely children, reaching for eternity”. Mereka kesatuan, fisik dan suara Elvis tapi otak dan nyawanya Tom. Mereka melebur soul hitam dgn market putih, dunia menyebutnya Rock n Roll. Unsur yg gak dimiliki Bill Haley maupun Little Richard. Elvis mengilhami James Brown menari, Ray Charles berani nyanyi gospel di bar, termasuk Sting merindukan sosok Otoriter lewat lagu Code Word Elvis sebelum The Police didirikan. Namun paling jenius, dari 600an lagu rekaman Elvis dan semua hits, tapi bukan karyanya. Hanya Tom yg sanggup memberi kredit penulisan bersama agar labelnya dapat menerima 50% hak cipta dan royalty dari penulis lagunya. Revolusi bisnis raksasa yg sulit ditiru, Tom bahkan lebih kaya ketimbang Elvis sbg mesin uang. Film semakin menarik dgn kehadiran Tom Hanks bertemu Elvis untuk kedua kalinya setelah Forest Gump. Dia ngajarin Elvis nari untuk lagu Hound Dog, ada dalam potongan videoku. Anda gak perlu paham Elvis agar bisa menikmati, karena film inipun menerapkan ajaran universal: Keberhasilan ditunjukkan oleh Penerusnya. Prinsip sustainable, buatku Elvis lebih bernyawa ketimbang Bohemian Rhapsody. Tom Hanks layak Oscar. (nDy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s