Dewan Adat Wakanda

SEBAGAI KETURUNAN suku Wakanda, saya merasa bagian dari dunia Marvel. Juga hadir di beberapa grup WA Wakanda demi silahturahim serta memantau eksisting. Mereka sering bilang Wakanda tertindas mirip di Papua atau Aborigin, meski saya yakin mereka belum pernah ketemu Abo. Saya pernah kuliah, bukan cuma mampir, di Wollongong. Nama kampung pesisir makmur dari kata Woolyungah, istilah Aborigin bermakna 5 pulau. Namun kami lebih akrab dgn Wul-en-Gong yg berarti “Kota di gunung sekaligus tepi laut” sbg ciri lokal. Kembali ke topik WAG Wakanda, hadir berita tentang isu pemilihan ketua Dewan Adat Wakanda. Disusul bermunculan kampanye hitam bahwa para pengurus Ormas gak digaji. Pantas saja gak pernah ada proses notulensi, hasil auditing, juga desiminasi oleh Dewan Adat. Padahal di grup banyak yg paham asas keterbukaan informasi publik sbg ciri demokratis yg menjunjung kedaulatan rakyat.

WAKANDA SEMAKIN strategis lewat kepindahan Ibu Kota Negara dari Gotham ke dunia Marvel. Perlu disikapi secara elegan dan visioner menuju Metaverse oleh penduduk setempat. Jika saya ingin mencalonkan diri sbg ketua, perlu membentuk tim kreatif dan profesional berbasis 5W+1H. The right man on the right place at the right time. Pertama, merapihkan status administratif berupa silsilah keluarga dan rekam jejak. Diikuti laporan aset pribadi berikut peluang aset bersama secara statis, bergerak, maupun jejaring untuk operasional Wakanda dgn legalitas mengikat. No free lunch, berikut potensi tarif untuk hak cipta dan hak pakai. Kedua, rencana kerja transparan dan realistis. Tugas pemimpin yakni membuat hal sulit menjadi sederhana, lalu duit datang. Serta optimalkan WAG lebih produktif sesuai fungsi sbg media sosial. Jangan sok pakar pada perkara yg bukan urusanmu, hindari spam berupa “mantap”, keren, dsb. Maka kemitraan lebih solid mirip pasukan Justice League. Keempat yg sulit, hadirkan loyalitas berupa sense of belonging. Norma Wakanda paham berterima kasih juga pemaaf. Maka jadikan kebiasaan dan pakai istilah lokal, misalnya thanks setelah nyimak tulisan ini jika berguna. Terakhir, ungkapkan materi poin satu sampai empat dalam video durasi lima menitan sbg pertanggung jawaban publik. Mungkin terasa berat tapi sudah jadi hal lumrah di dunia lain. Seperti contoh video hasil kerja formal saya selama 4 tahun terakhir. Oya tampak pula Petrus Lengkong yg asli keturunan Manado, saya foto dan bayar saat kami ngobrol di Rumah Radakng Pontianak. (nDy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s