Chick Corea – Ginkakuji

ALL LOVE kukenal lewat kaset Yess Bandung saat kuliah di Bandung. Dari album perdana The Chick Corea Elektric Band, disebut sbg tonggak kebangkitan generasi kedua era Jazz – Rock atau genre Fusion 80an. Chick Corea pelaku Fusion era awal bareng Miles Davis periode akhir 60an, lalu bikin grup Return To Forever. Seangkatan Weather Report dan Mahavhisnu Orchestra. Kini bareng darah muda Dave Weckl, John Patitucci, Scott Henderson dan Carlos Rioso berikut perangkat MIDI, FM synthesis serta drum programming menjadi relevan dan sukses besar.

PRODUSEN GRP awalnya merilis album resmi berisi 9 lagu. Sedangkan perekam Yess C-60 menambahkan cuplikan album Behind The Lines milik UZEB pada side B. Kesuksesan membuat GRP meluncurkan edisi spesial dgn bonus All Love dan Silver Temple sbg adaptasi Ginkakuji yg pernah dibawakan Chick Corea bareng Eddie Gomez versi akustik. Ia dapat ilham saat liburan keluarga di Jepang, sempat nginap di kompleks Ginkakuji di paviliun Silver Temple. Corea tertarik dgn legenda Bhiksu yg membuat kuil sendiri secara detil bersepuh emas. Kemudian resah, kelak siapa bisa merawat setelah ia wafat? Maka kuil dibakar disusul terjun ke nyala api, bersama menuju keabadian. Corea melestarikan lewat komposisi Ginkakuji dalam kesatuan All Love. Kaset Yess menyisipkan All Love bareng Silver Temple sbg pelengkap rekaman kedua, Light Years. (nDy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s