Metaverse Dan Marine Station

Akhir tahun barusan, saya masih sempat hadir di acara keluarga besar. Para anak2 heboh main Oculus Quest 2 produksi Facebook, kaum bapak membahas Metaverse. Mainan lama Wii dari Nintendo sudah terlupakan di gudang. Dulu saya sering tenis virtual di kamar pake Wii. Sejenis media maya 3D berbasis role-play, mirip GTA online. Bedanya Oculus gak butuh monitor TV lagi. Lalu saya pesan game Creed dari Metaverse buat olah raga di rumah. Inilah topik revolusi internet yg memicu evolusi Kapitalisme. Gaya hidup dan cara baru bikin uang, pasca Mark Zuckerberg merubah nama Facebook menjadi Meta Platforms. Penguasa medsos yg beralih memimpin ekonomi digital dalam dunia virtual lewat Meta. Pandemic juga mendukung revolusi seperti Work From Home dan daring Zoom. Meta memakai sistim blockchain untuk transaksi, setelah Libra ditolak banyak negara dan dilarang bank sentral dunia. Karena Facebook dgn jumlah akun aktif yg telah merasuki lebih separuh warga bumi, tentu amat menakutkan. Warga +62 dalam peringkat empat dunia sbg pengguna aktif Facebook maupun Instagram.

“Kokoh tentu familiar dgn konsep virtual, karena laut gak punya batas dan open access. Mirip film Ready Player One yg sepuluh tahun lalu dianggap fiksi. Meta cuma mempercepat proses dan leading market”, ujar adik istriku. Saya tertarik untuk pengembangan promosi rencana kerja kelima kawasan konservasi laut Kalbar. Terutama ide Marine Station sbg pemantau PSN, juga wahana diorama perjalanan penyu Paloh saat keliling dunia serupa sensasi Teater IMAX Keong Mas sbg ikon baru Kalbar. Meta bak kotak Pandora baru dgn tiga opsi. Anda masuk dan di situ palsu. Kedua, gak masuk namun itulah kapital. Akhirnya tetap memilih real, tapi melawan kapital, malah jadi gak real. Jika PLTN telah berfungsi, mungkin kantor Meta Platforms akan dibangun di Kalbar. Transisi sedang terjadi, meski banyak yg menghujat teknologi tapi pake WA atau kotbah di yutub. Artificial Intelegent seolah ancaman bagi mereka yg tergusur, tapi peluang yg mampu mengendalikan. Beberapa raksasa bisnis konvensional gulung tikar, seniman diganti mesin, struktur ASN dipangkas. Setiba di rumah saya pilih avatar Rocky Balboa untuk bertinju lawan Creed. Setelah setengah jam berkeringat, istri kasi liat video rekamannya. Memang saya mirip kerasukan, berantem sendiri pake headset. Virtual tapi pegalnya masih terasa. Silahkan google sendiri untuk beberapa istilah asing, kelak kita jalani pada satu dekade mendatang. (nDy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s