Chick Corea – All Love

ORANG ASING kadang berperan melebihi sahabat. Yakni mereka yg gak dikenal, bukan tentang orang luar negeri. Misalnya saat memulai usaha seperti dagang atau pengobatan termasuk jadi yutubers. Keluarga tentu mendukung lewat doa. Kerabat memuji sambil jaga jarak. Tapi orang yg bayar atau kasi “komentar di video” justru oleh pihak gak dikenal. Harland Sanders jika hidup bahagia, maka KFC gak pernah eksis. Karena pernah ditolak KFC, Jack Ma melahirkan Ali Baba. Perbedaan jadi lebih bermakna oleh tiap relasi baru. Tidak setiap orang senang perubahan, padahal mereka meyakini gak ada yg kekal di dunia. Semua harus tetap sama, selembe jak. Seperti kepiting dalam ember menarik rekannya yg berjuang ingin bebas ke luar. Bagi yg berubah berarti berulah, bakal terasing.

SETELAH SUKSES, mereka ngumpul lagi untuk acara makan bareng. Tagihan tentu dilunasi oleh satu orang sembari tersenyum bangga. Begitulah cara uang bicara. Semua turut menikmati sukses, kecuali kehadiran Orang Asing. Saya gak kenal Chick Corea, namun All Love beberapa kali bikin nangis sejak kusimak di era 86an. Interaksi baru dapat menempa karakter objektif dan logis, menjadi realistis. Lagu All Love dibuat Chick Corea saat tersesat di Jepang, ia cuma bisa komunikasi lewat senyum. Mirip pengalaman kerja tanpa bahasa Indonesia di Adelaide, tapi saya gak dianggap Alien. Sensasi yg gak bisa dibayar berapapun. Jika semua memang berteman dan saudara bukan nasab, mestinya gak perlu dalil Orang Asing. That’s LOVE (nDy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s