Menjadi Youtubers – Bagian Satu

Jejak digital selalu mengejutkan, juga arsip berharga. Setelah mas Irwan Dirgantara posting foto Pameran Fotografi Bawah Laut Kalbar di WAG, sayapun mengetik kata Lemukutan di youtube. Muncul beberapa video, berikut dokumentasi yg terlupakan. Rupanya saya punya dua akun lain. Yakni Lagu Pedia terdaftar pada 17 Desember 2011 dgn video tgl 22 Juli 2012. Lalu akun Ligafantasi yg memuat tiga dokumentasi bawah laut Lemukutan. Sudah lupa passwordnya, gak bisa diakses lagi. Artefak yg membuktikan banyak hal, namun fokus dulu sesuai judul artikel. Berupa uraian terhadap lima pertanyaan umum yg sering kudapat lewat PosMusicA.
Pertama, apa itu youtubers? Menurut Wiki, pembuat konten youtube berupa videographer. Saya perlu tambahkan lagi, harus punya akun dan channel sendiri. Tidak wajib paham IT.
Kedua, manfaat youtube? Sudah jelas untuk arsip, kemudian publikasi. Saat itu saya belum paham monetized. Maka pada gambar di atas ada catatan tentang video mengandung konten audio berlisensi. Sehingga gak disimpan di akun PosMusicA.
Ketiga, kendala menjadi youtubers?
Bagi saya untuk hobi. Memulai apapun itu mudah, semakin sulit ketika harus konsisten dan berkembang. Tergantung minat plus komitmen.
Empat, kapan dapat dolar?
Lupa karena bukan motif awal, email undangan sbg partner youtube telah kuhapus. Mungkin di tahun 2015 untuk akun PosMusicA. Hanya bekal 20an video dgn 400an subscribers saja. Kantor youtube di Singapura meminta nomor rekening untuk transfer perdana sejumlah kuota 100 $US atau 1.300.000 rupiah.
Kelima, prospek sbg youtubers?
Kini banyak status pribadi dgn tulisan, “Bantu kasi Like dan Subscribed untuk video tugas anak saya”. Kiat menaikkan kunjungan ke channel yg mungkin bukan milik anaknya, tapi pihak sekolah yg diuntungkan. Bertujuan profit sehingga bisa kasih hadiah bagi anak yg dapat Like terbanyak. Youtube mendukung simbiosis mutualisme lewat kemitraan dan jejaring. Selain adsense, peluang fulus juga lewat Patron atau Donasi, endorse, influencer, dll.  
Keterangan video: Dokumentasi kegiatan transplantasi terumbu karang di perairan Pulau Lemukutan. Lokasi bibit di Teluk Surau, substrat beton di Teluk Melano. Sumber biaya DKP Kalbar dari APBD 2012. Didukung Orca Diving Club, Kasim Mansyur ahli dari UnHas Makasar, photographer bawah air, dan warga Lemukutan. Kualitas video masih sederhana, tanpa editing. Namun merekam kondisi bawah laut berikut jejak ledakan coral sbg praktek destructive fishing. Aktivitas yg kini ditinggalkan karena warga Lemukutan beralih ke sektor jasa wisata. (nDy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s