Wisata Jermal Mutiara Kalbar

KONSERVASI identik dgn larangan terhadap objek langka, seperangkat hukum dan sanksi, masalah yg biasanya menimpa masyarakat lokal. Seperti pernah terjadi peradilan terhadap nenek yg memunggut ranting di kawasan lindung. Maka pada RAKORTEK Kawasan Konservasi se Indonesia di Jakarta Maret 2020, saya paparan dgn dua isu prospektif. Pertama, Kelautan Kalbar merencanakan kawasan konservasi tanpa UPT, karena Gubernur ingin merampingkan birokrasi dan aparatnya. Saat itu belum merebak isu inpassing ke fungsional. Sehingga Kalbar menjadi provinsi tercepat yg mendapat 5 SK Menteri untuk penetapan pada 5 pencadangan kawasan sekaligus, juga pertama yg ditetapkan tanpa UPT. Lalu setelah rekan provinsi lain umumnya menjual ikon endemic, saya memaparkan visi untuk menjadikan Kalbar SEJAHTERA BERKELANJUTAN SECARA LESTARI sesuai RPJMD, berupa pengembangan Sentra Bisnis baru untuk Industri Mutiara di Asia Selatan, hilir ke hulu. Saya menawarkan ikon baru untuk level dunia, New Pearl from Borneo.

MIMPI konservasi ini tidak jatuh dari langit, gak ada yg kebetulan. Saat kenalan dgn pak Jumadi setelah dilantik, beliau komentar, “Saya barusan landing di Supadio, tapi hadir dulu di rapatnya pak Endy bareng Kepala BPKH dan Kepala BKSDA untuk deliniasi areal konservasi Kalbar. Barulah ke kantor pertama kali, edan”. Selanjutnya dgn dukungan anggaran pak Amerh KKP via BPSPL hingga penetapan SK Menteri, DKP Kalbar siap mengundang investor. Terutama pelaku mutiara agar pindah dari lokasi terkenal misalnya Maluku dan NTB, menuju Kalbar dalam prospek tata ruang laut, kawasan terjaga, serta perizinan formal. Konservasi adalah peluang, bukan hambatan. Perkara teknis lain akan didukung para eksperties berupa Jejaring Kemitraan lewat PKS. Misalnya pada RPZ Sambas akan melibatkan Politeknik Sambas, UNOSO untuk Kayong Utara, dan Politap di Ketapang, selain para LSM lokal. Mereka saling melengkapi untuk mendukung kinerja para Kades dan penduduk, secara ICZM disebut Community Development.
DALAM video tampak pula dua siswa MIPA Untan yg sedang menyusun skripsi dgn topik Plankton, dan Arus Laut untuk turbin energi listrik atau Tidal. Mereka saya libatkan agar kelak langsung berguna di kelautan sbg rekanan investor dan bagian dari penduduk. Serta aspek berkelanjutan yg bukan hanya berlaku bagi kawasan dan biota, tapi juga estafet sbg pelaksana berikutnya. Konservasi adalah masa depan. Saya pensiun tiga tahun lagi, maka wajib mendukung ibu Kadis DKP promosi jadi Sekda sesuai tuntutan kompleksitas RPZ. Lalu Erli gantikan saya, Yodha Kepala Bappeda, Jumadi kembali ke Pontianak sbg Kepala BPSPL, dosen dan alumni menciptakan kerja baru, para Kades melanjutkan periodenya, dst. Melalui manajemen Kelola secara Terpadu, Alam Terjaga sekaligus Produktif, oleh Kader tiap pelakunya. Saatnya Kelautan Kalbar berkilau bak mutiara, energi positif yg dibutuhkan pasca pandemic. Video inipun telah merekam tawa warga, pak Indra namanya. (nDy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s