Broery Pesulima – Romi Dan Yuli

CINTA MEMANG MENYATUKAN. Dari tiap perbedaan, disatukan oleh asmara lelaki dan perempuan. Sejak kisah Adam dan Hawa menjadi referensi dunia, begitupun tragedi Romeo and Juliet yg beda marga. Lalu hadir romansa kasta Layla di atas Majnun, beda usia Dayang Sumbi dgn Sangkuriang, hingga pasangan Dilan dan Milea. Setiap perbedaan rentan konflik, cocok buat dijual. Cinta hadir sbg resep yg universal dan manusiawi. Cinta yg dibahas tentang beda kelamin dulu, maka urusan Adam dgn Budi gak masuk. Semakin dramatis, tambah panjang pula sinetron dan iklannya.

SUTRADARA WIM Umboh merilis Pengantin Remadja tahun 1971 sbg adaptasi dua filem, Love Story dan Romeo & Juliet. Masuklah trend cinta bersambung Romi dan Yuli mengabadikan Sophan Sophiaan dan Widyawati. Berlanjut Puspa Indah Taman Hati dan Gita Cinta SMA menjodohkan Rano Karno dgn Yessi Gusman, kutonton di bioskop Khatulistiwa pasar Serodja masih celana pendek. Broery Pesulima nulis lirik Romi dan Yuli untuk mencuri hati Widyawati tapi kandas. Lagu indah dgn orkestra canggih buat era jurasic digarap Idris Sardi dgn band The Crabs milik Bambang Trihatmodjo Soeharto. Kuedit khusus agar aman klaim hak cipta yutub. Broery yg patah hati kembali gagal dgn Christine Hakim akibat beda agama. Setelah jadi Broery Abdulah bareng Anita Sarawak juga berpisah. Jangan main api dgn cinta, meski hormon Oksitosin berlimpah. Cinta butuh perbedaan agar dunia terus berputar. (nDy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s