Paseban Cafe – Dian Pramana Poetra

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “paseban” merupakan bangunan kecil yg terletak di bagian depan suatu kompleks istana, balai pengunjung untuk menghadap raja atau pembesar. Konon bermula dari tradisi kerajaan Mataram lalu populer di era Batavia. Sehingga di kawasan Senen masih terdapat Kampung Paseban mewakili pusat Jakarta. Pada periode 86an muncul Paseban Café oleh Dian Pramana Putra yg numpang pada album solo Ada Yang lain milik Bagoes AA . Menurutku agak dipengaruhi nuansa Paradise Café milik Barry Manilow meski beda genre. Lalu banyak yg mengira berkisah tentang kafe di wilayah Paseban Jakarta, padahal Dian terkesan saat pernah nongkrong di Paseban Bar milik Hotel Panghegar Bandung. Musisi dari keluarga seniman ini memang mahir pula mencipta lagu dgn reputasi khas. Karyanya berjudul Pengabdian menjadi juara tiga dalam festival Lomba Cipta Lagu Remaja 1980, sebelum bersolo karir. Relasi yg luas menandai wawasan dan karakter Dian. Seperti lagu Rintangan tentang asmara dalam perbedaan agama, cukup untuk meletakkan reputasinya sbg legenda. Adapun Paseban Cafe versi PosMusicA mewakili generasi sosmed tentang percintaan jarak jauh, mendadak putus sepihak justru di saat sang pria berencana melamar dadakan. Terbaca lewat dialog chatting maupun WA Group sbg Paseban Cafe milenial, begitulah cara PosMusicA bikin video. (nDy)

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s