Jakarta City Pop Radio

Ide format siaran tanpa narasi pada video kompilasi ini mewakili sejarah PosMusicA bersama radio. Sejak kecil aku telah menyimak stasiun pemancar Ika Lesmana Bogor, pindah ke Pontianak sbg fans “bang ill” di Dardanella. Pernah gagal melamar jadi awak radio jazz KLCBS Bandung, akhirnya mengudara saat mudik ke Pontianak di La Paloma milik bang Fahmi Shihab. Kemudian diajak bang Max Yusuf Alkadrie ke Volare untuk menangani program Musik Ethnik berupa kontrak selama 6 bulan dari Ford Foundation dan RFI Radio Prancis tahun 1997an. Didukung oleh ethnomusikolog Johannes dari Sanggar Efata, seniman Chris Mara, praktisi Tobias Ranggie, dan sanggar Melayu dari Mempawah untuk merekam sastra lisan Mendu.

Selaku penyiar memang leluasa ngobrol dgn Chrisye, Katon, Mansyur S, Denada lewat wawancara di studio berikut nongkrong di Café Tanguy – Dangau milik bang Adi. Pernah menemani Eric Martin dan Billy Sheehan lalu membuka konser mereka band rock dunia Mr Big di Auditorium Untan. Sempat pula siaran bareng “kak Yong” si cewek bersuara bariton di Mitra FM awal 2000an. Sebelas karya ini pernah merajai tangga lagu radio 80an, menjadi ekstrak perjalananku bersama musik. Dibuka oleh band pop kreatif asal Surabaya dipimpin Mus Mujiono saat menaklukan ibu kota awal 1981, trend yg kini mewabah kembali di yutub berupa playlist City Pop. Sejarah perlu dicatat untuk dapat dipublikasi sbg konfirmasi. (nDy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s