Oscar Harris – Sendy

Pada era kolonial, banyak warga Indonesia dikirim ke wilayah Holland seperti Suriname dan Kaledonia di Afrika Selatan. Menjadi latar belakang penyanyi calypso Oscar Harris, dari keturunan Guyana dgn ibu Jawa kelahiran Suriname. Ia kuliah arsitektur di Amsterdam sembari ngamen, awal kemungkinan pernah bertemu Marshal Manengkei asal Minahasa kelahiran Surabaya yg juga arsitek. Namun Marshal yg akrab dgn Tielman Brothers ini lebih popular sbg produser duo legendaris The Blue Diamonds yg dijuluki Everly Brothers-nya Belanda, yakni Riem de Wold dan Ruud de Wolf kelahiran Jakarta. Marshal juga penulis lagu handal, seperti hits “My Love” yg dilantunkan pasangan Rosy dan Andres.
Ketika Unicef PBB pada 1979 merilis sbg Tahun Anak Internasional, Marshal turut menyumbang karya berjudul “Song for The Children”. Ia mengajak Oscar Harris yg sebetulnya telah pudar, akhirnya sukses kembali berikut reputasi tidak resmi sbg duta bersama lagu anak dunia versi Belanda. Seingatku awal lagu ini meledak lewat kaset bajakan Car Stereo 4 rekaman King Records. Pamor yg lantas membawa Oscar mampir di Jakarta, serta rekaman hingga 5 album solo diiringi band The Heart pimpinan Is Haryanto. Selain menterjemahkan hits “Song for The Children”, juga lagu Akhir Dari Pelangi adaptasi “At The End Of A Rainbow” milik Earl Grant. Oscar begitu fasih melantunkan lagu baru lainnya dalam aksen Indonesia. Salah satu favoritku karya Rinto Harahap berjudul “Sendy” untuk album perdana Seandainya Saja. Harta karun begini kian sulit dilacak, PosMusicA menulis berdasarkan pengalaman serta koleksi pribadi. (nDy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s