Girls Play Drums – TOTO Medley

Depending on their age and personality, kids have a lot of energy. Sitting them down with an iPad won’t cut it, and sports aren’t for everyone. Instead of running around the house, they could be channeling their energy into drumming. It feels good to hit things, and it can even improve a bad mood by releasing endorphins. Research also shows drumming to have a positive impact on cognitive development. Whether it’s listening skills, memory skills or fine motor skills, rhythm training comes with major benefits that can be applied in the classroom. You can even think of playing drums as learning a new language. Here are some fun performances from kid drummers you may recognize. Senri Kawaguchi, Junna, Yoyoka Soma, Kanade Sato, all females, all incredible. What’s happening over in Japan? They are all great on each own way, I may could say everybody is unique. Kanada is one of the perfectionists with deep sense for the music. Yoyoka even won praise from rock god Robert Plant, enough said. What I know when they started like 3 to 6 years old. They will be Masters when they get old. I might say, the Future of Music is in good hands. (nDy)
Banyak studi menyatakan bahwa bermain musik memberi manfaat bagi manusia. Selain rileks dan motorik, kerja sama kolektif maupun skill individu, hingga eksistensi berikut peluang rezeki. Para peneliti juga mengaitkan bahwa bermain drum dan piano dapat mengubah struktur otak. Terutama para drummer dianggap memiliki koordinasi motorik yg kompleks melampaui kebiasaan banyak orang, melibatkan kedua pasang tangan dan kaki sekaligus mirip gurita atau oktopus. Pada jurnal Brain and Behaviour pada 4 Desember 2019 lalu menyatakan, “Kebanyakan orang bisa melakukan tugas motorik halus dengan satu tangan, lalu bermasalah ketika memainkan ritme berbeda dgn kedua tangan di saat bersamaan”. Penabuh drum biasa berlatih melakukan kordinasi gerak pada kedua tangan berikut kedua kaki yg saling berbeda fungsi dgn ketukan terpisah, tidak terpikirkan oleh orang biasa.
Tim peneliti melakukan analisa pada dua kelompok. Yakni 20 drummer profesional yg biasa berlatih lebih dari 10 jam per minggu, dan sukarelawan bukan pemain drum. Semua peserta akan diuji lewat teknik citra MRI yg dapat memindai gerak struktur dan fungsi otak berdasarkan 24 subyek kontrol motorik selama seminggu. Hasil scan merekam otak drummer memiliki reaksi signifikan di bagian depan corpus callosum, struktur penghubung kedua belah otak hingga bagian depannya, sensor yg bertanggung jawab untuk perencanaan dan gerak motorik. Para drummer memiliki serat yg lebih tebal di saluran penghubung tadi, kondisi yg menyebabkan mereka lebih trampil untuk bertukar informasi di antara kedua belah otak kiri dan kanan, sehingga kedua kaki dan tangan lebih mandiri dan presisi bertindak ketimbang mereka yg tidak berlatih drum. Video ini menampilkan beberapa drummer cilik perempuan berbakat. Salah satunya mendapat pujian dari Robert Plant sbg pemilik lagu yg dibawakan dalam video PosMusicA yg telah ditonton lebih dari sejuta lima ratus viewers. (nDy)  

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s