To Love Somebody – The Bee Gees smule

Nyaris setiap hari saya mampir ke rumah makan Ibu Nia di Paris 2, dekat kompleks perumahan. Bu Nia menyajikan lauk rumahan seperti sayur pakis atau umbut kelapa, beragam menu ikan hingga tengkuyung dgn tarif ekonomis. Amat sesuai selera dan kondisi saya sbg “bujang lokal” di Pontianak. Di halaman parkir yg cukup untuk dua mobil, terdapat dua kios minuman. Anak muda bernama Hibat menjual bubblegoal yg lagi tren dgn aneka rasa, lalu akang Majid spesial cincau daun yg dipetik dari halaman rumahnya. Secara bergiliran saya selalu beli salah satu minuman mereka dgn harga sama 5 ribu rupiah, setelah selesai makan. Sekalian praktek ngobrol Sunda kelas supir angkot dgn akang Majid nu bageur.

Pada beberapa hari Jumat terakhir, akang Majid sering gak jualan. Kata Hibat sambil meracik menu Thai Tea buat saya, “Si bapak sibuk dapat orderan cincau untuk pengajian emak2 di kompleks anu”. Baguslah dapat rejeki, bukan karena sakit atau halangan lain. Lalu tadi siang barusan, akang Majid sudah senyum sebelum saya turun dari mobil. “Hari ini cincau gratis, saya barusan dapat rejeki”, kata akang ceria. Wah laris euy, dapat pesanan lagi ya? “Barusan ada yg borong semua 300 ribu tapi masih ada sisa, jadi rejeki buat bapak saja”. Kalo gitu saya tambah 5 ribu lagi, gak apa dong? “Gak, jangan pak, rejeki saya sudah diatur cukup untuk hari ini. Gak boleh lebih, ngeri takabur”, tolaknya lalu menyodorkan segelas cincau. Nuhun akang, kalo gitu kita foto bareng buat kenangan. Pelajaran hidup memang hadir di mana saja dgn siapa aja, gak butuh sertifikat. To love somebody, the way I love YOU. Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1442 H. (nDy)  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s