Jim Photoglo – Steal Away (8D Audio)

Jim Photoglo has musically spanned four decades as both a songwriter and artist, bringing his unique creative voice to the R&B, Pop and Country arenas. His solo career took off when he was signed to the Twentieth Century Fox label released with only the name ‘Photoglo’ in 1979, culminating in a pair of Pop hits: We Were Meant To Be Lovers in 1980 and Fool in Love With You that reached #25 Top 100 hits in Photoglo’s eclectic style fostered recordings by a variety of artists, including James Ingram and the Everly Brothers. After that career declined, he moved to Nashville and became a country western songwriter where he had greater success. (nDy)

Sejatinya, youtubers adalah pedagang. Dalam bisnis secara umum, ada istilah konsep penjualan dan konsep pemasaran. Sering dianggap sama saja, yakni tujuan mencapai laba. Padahal keduanya berbeda serta butuh cara khusus agar optimal. Setiap Youtubers berharap agar videonya bisa mendapat apresiasi, secara non profit alias hanya ditonton sbg arsip pribadi bagi kalangan khusus, maupun sbg pemburu dolar lewat adsense, paytron, bahkan memancing endorsement. Konsep penjualan menjadi fokus produsen untuk menguasai pasar. Anda pasti setuju, walau terkadang produk yg dikira penting dan beken tapi sulit laris. Karena penjual merasa konsumen yg butuh, padahal tidak. Lalu produk disiasati, misalnya harga diturunkan dgn resiko standard menyusut. Adapun konsep pemasaran lebih dulu melayani kebutuhan konsumen untuk memenuhi selera mereka. Pembeli diletakkan sbg raja berdasarkan segmentasi, demografi, daya beli, purna jual berikut skala kepuasan. Untuk kemudian produk akan berbalik menguasai persepsi pasar, berikut tingkat ketergantungan sambil menguras dompet konsumen.
Kesimpulan, keduanya harus saling melengkapi. Dengan konsep penjualan, produsen berjuang menjaga bisnis serta produk tersedia. Diikuti konsep pemasaran yg membuka lalu memelihara kepuasan konsumen. Youtubers harus rutin bikin video agar chanelnya hidup, tapi gak asal genjot. Perlu membidik viewers unggulan sambil memelihara susbscribersnya. Contoh, PosMusicA memang jualan musik. Sambil meraih gaya hidup para pembeli kaset di era 70-80an dan kini semakin mapan di usia kepala lima. Barulah merangkul para penikmat sejarah musik legendaris maupun ABG milenial. Banyak alumni 80an tapi saat itu mereka sedang sibuk di sawah, belum mampu beli kaset, Maka mereka bukan target utama PosMusicA, melainkan calon prospek. Wajar jika dicuekin di grup WA, apalagi di tengah mayoritas anggota yg gak bisa bedakan antara Rhoma Irama dgn AS Roma klub Liga Italia. Tapi PosMusicA tetap promosi mencari peluang bagi satu dua members pasif. Merekalah yg paham enaknya lagu Jim Photoglo atau pamor Tatsuro Yamashita karena pernah nyimak radio Prambors 80an, serta tau harga kaset saat itu. Terbukti video Steal Away maupun Your Eyes sanggup meraih 110an viewers dalam 24 jam setelah apload. Meski selanjutnya lambat merayap tetapi stabil. Karena segmen PosMusicA bukan masal, melainkan selektif sbg dokumen jangka panjang selama youtube ngasi dolar. Sembari tetap menulis resensi untuk menjaga loyalis, tanpa perlu memohon subs like comment and share. (nDy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s