Michael Quatro – One By One

Picture2Aku sebetulnya malas telepon Dion, teman lama di klub karate. Atau tepatnya malu, karena belum sanggup mengembalikan uang bagi hasil. Pernah saat terpuruk ditinggal istriku, Dion mengirim buku filsafat berikut karya Karen Armstrong. “Gw udah atheis, elu baca aja. Dijual juga boleh”, pesannya via WA. Kuakui hubungan kami gak akrab, apalagi belasan tahun gak ketemu selain kontak seluler. Itupun aku yg memulai setelah gak ada lagi sahabat bisa bantu. Jawabannya selalu lugas tanpa banyak syarat. Tanda keras hati, miskin etika, tapi gak pernah ingkar. “Apa khabar bro? Aku butuh bantuan resep obat anak, khawatir kena Covid”, terpaksa kupencet juga nomornya. “Sip bro. Kirim nomor kontak dokter elu, obat meluncur malam ini”, singkat seperti biasa.

Sore aku telpon lagi, sekalian mo pinjam uang buat belanja. Bisnis percetakan semakin cekak di masa pandemic begini. Tapi nada gak tersambung, hape dimatikan. Malampun turun tapi obat belum tiba. Aku kontak lagi, masih saja off. Apakah Dion mulai berubah? Setelah anak tidur, aku pergi mencari pinjaman lain. Nihil hingga pulang larut malam, dan tetap gagal ngebel Dion. Tanpa sadar mulutku mengumpat sebelum terlelap. Pagi anakku bangun dgn ceria, lalu laporan, “Tadi malam dokter bawa obat dan makanan”. Langsung kutelpon dokterku. “Iya temanmu sore datang lunasin obat juga bon yg lalu, trus titip paket. Dia gk sempat ke rumahmu, gopoh sekali. iPhone-nya ketinggalan, aku simpan di kantong resep. Semoga anakmu lekas pulih”. Aku tertegun, nyaliku ambyar. iPhone Dion kini ada di rumahku, bersama obat dan makanan. Pantesan off sejak kemarin. Jangan2 dituliskan pula password supaya iPhone bisa aktif, lalu boleh kujual. Manusia aneh yg gak butuh kata terima kasih, gak sudi dinilai apalagi menilai. Ketika pihak yg kau sayang lagi bermasalah disebut musibah, saat sebaliknya kau sukuri dgn azab. Kini aku harus rela melepas Dion, meski doi gak pernah hilang. Apalagi setelah memakinya tadi malam, si atheis keparat, tukang nyampah di grup WA. (buat dionisius prasetya, serta para dionisius sedunia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s