Frank Sinatra – When You’re Smiling

Picture2Pepatah bilang, “Jangan satukan apel busuk dgn sekantong buah segar”. Rupanya alam telah lama mengajarkan Social Distance. Pengalamanku saat jadi mandor pemetik buah “stonefruits” di Adelaide, harus memisahkan jenis Apricot dan Nectarin segar dgn buah yg matang sebelum dikemas. Kedua jenis buah mahal yg sulit dibeli di Indonesia, masih satu rumpun dgn Apel. Mereka memiliki gas Etilen, hormon untuk proses matang bagi buah berbiji keras. Maka yg dimaksud Apel maupun Apricot busuk, sebetulnya bukan rusak. Tapi terlalu matang dan pelepasan Etilen semakin kuat lalu menyebar pada buah segar. Juga aroma yg menyengat, dianggap busuk. Padahal Apel dan Apricot matang punya nilai jual untuk pasar lokal. Sedangkan yg separuh matang dikirim ke Sydney serta ekspor. Perkebunan dan pasar stonefruits di Aussie Selatan memang dikuasai mafia Italia, sedangkan para pekerja kebun diatur mafia Kamboja.

Aku pernah tanya Ramos asal Milan, kenapa proses Etilen berbeda di tiap buah? “Meski masa tanam sama, tapi nasib mereka berbeda. I dunno why, mungkin Etilen lebih aktif pada buah yg stress terjemur, lalu sulit tersenyum. So better you keep on smile and stay young, mate!”, sahut Ramos. Akupun sering amati prilaku pembeli buah di Woolies, nama toko kelontong Woolworths asli Aussie. Para bule gak memilih mana Apricot segar atau buah matang. Tapi langsung ambil saja, masuk kantong, timbang, bayar, pulang. Kenapa? Semua Apricot dianggap sama dan harus segera habis terjual. Jika cuma pilih yg segar, akan tersisa buah matang lalu gak diminati pembeli berikutnya. Maka tersisa percuma jadi limbah. Pemilik toko merengut rugi, merembet pada distributor buah, lalu petani gak tersenyum lagi. Akibatnya nasib fruitpickers saat liburan kuliah musim panas sepertiku, gak bisa naik gaji, bahkan tenaga pemetik berkurang, dst.Picture3Level kesadaran sederhana dan menular alamiah. Dimulai dgn kisah buah tersenyum lalu berantai menjadi kebahagiaan semesta. Rupanya sesuai menurut mas Eko Yudho Tamtono sbg Instruktur Kebugaran MoBI Pontianak. Tentang latihan olah nafas dgn kombinasi senyum, guna memompa hormon endorphine. Jadi relevan dgn kondisi serangan Corona-virus yg manjur ditangkal dgn ketahanan tubuh secara mandiri. Serta terima kasih bagi emak-emak pasukan tik tok pada saat pertemuan Pengawas Perikanan dan Kelautan se Indonesia di Menado bulan lalu. Senyum kalian diabadikan dalam video ini, mengiringi pesan Frank Sinatra: “Senyumlah, maka duniapun ikut tersenyum buatmu”. Stay at home, keep smile and be safe. (nDy)Picture5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s