Kisah Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan – Payung Teduh

Picture10Seorang teman yg lama menghilang, kemarin mendadak muncul, ngajak ngopi bareng. Aku segera mencium gelagat kurang baik, langsung kuhampiri. Ketawanya tetap ngehe namun akrab seperti puluhan tahun lalu. Setelah berbasa basi, matanya lalu membasah. Dimulai dari kisah pekerjaan yg gagal menjamin masa pensiun, menukik pada topik yg sebetulnya jarang kami bahas, perihal istri. Aku semakin skeptis jika membahas tentang perempuan di usia kepala lima begini. Jikapun masih terjadi gonjang ganjing di rumah, kuanggap sbg balasan para hantu di masa lalu. Betapa banyak kutukan dari mereka yg pernah kusakiti, aku kudu siap terima setiap karma asal jangan menimpa anak gadisku. Anugerah saban pagi untuk masih hidup, cuma untuk menyicil kenakalan ketika muda. Lantas kutepuk pundaknya, “Kadang istri kita gak perlu tau, betapa beruntungnya kita saat menatap ia sedang tidur cantik sambil ngorok. Diapun gak akan paham janji kita buatnya sbg teman hidup di sisa usia. Bukan lagi melirik perempuan kantor maupun artifisial lainnya. Ingat bro, kita masih bisa ngopi begini akibat sering mentertawakan kegagalan masa lampau. Gw yakin elu tetap mampu melewati test kali ini, kelak kita akan ngopi buat ketawa lagi. Elu cuma butuh teman yg sanggup memulainya lagi dgn senyum. Good luck bro, gue cabut dulu ya”. Lalu kami berpisah. Sambil bayar kopi, aku melirik sosok temanku yg memang semakin ringkih, sama seperti diriku. Saat itulah kulihat bibirnya mulai tersenyum, meski tetap angkuh dan juga ngehe. (nDy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s