Kutukan Lady Valentine

ValentineJika pernah demen balada 70an seperti lagu Aubrey, If, Make It With You, dst, otomatis akrab dgn vokal khas David Gates. Ketika ia memulai solo karir setelah ribut dgn teman sekelompok, David berusaha mandiri serta lepas dari pengaruh aroma BREAD yg telah dibesarkannya. David Gates merilis 7 album solo, empat di bawah perekam Elektra juga serupa dgn label Bread. Sulit baginya untuk berkreasi akibat tuntutan label terutama para fans fanatik. Maka di album kelima, David pindah label ke Arista dan menawarkan konsep musik baru. Akibatnya fatal, David kehilangan pasar. Untuk pertama kali namanya gak muncul di tangga lagu Billboard, meski tercatat di kategori baru, Adult Contemporary Chart. Seandainya David gak pernah terkenal bareng Bread, mungkin potensi musikalnya lebih dihargai. Begitupun nasib lagu Lady Valentine dari album jeblok ini bisa lebih baik. Buktinya pernah terkenal serta nyaris muncul di setiap kaset bajak Indonesia 80an. Kisah David Gates berikut Lady Valentine memberi contoh hidup, bahwa kenyataan harus terus jalan tanpa penyesalan. Menjadi diri sendiri meski sendirian bukanlah aib. Setiap pesta harus berakhir, kita harus pulang sbg individu lagi. Perjumpaan cuma awal perpisahan. Ilustrasi video yg kututup lewat sosok Carl dari film UP, lahir dan mati bukan pilihan. Alone but never lonely, sendirian bukanlah kesepian. (nDy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s