Ruth Sahanaya – Memori

a4Ruth Sahanaya asli Ambon kelahiran Bandung 1966, sejak kecil sering nyanyi di gereja. Saat di SMA kelas 1 namanya didaftarkan oleh keluarga pada ajang Pop Singer Bandung Raya dan mengatasi 60 peserta untuk jadi pemenang. Berlanjut menjuarai Bintang Radio dan Televisi se Jawa Barat di tahun yg sama, lalu berjaya di tingkat Nasional 1984. Uthe, panggilan Ruth Sahanaya, juga mulai tertarik ngamen di berbagai cafe bareng Lita Zein, sahabatnya sejak TK. Dengan honor awal Rp. 60.000 sekali tampil, mereka kompak dgn memilih selera lagu2 jazz. Tahun 1985 Uthe meraih gelar Best Vocalist untuk Yamaha Live Music Contest di Jakarta, dimana Erwin Gutawa dan Ahmad Albar terlibat sbg juri. Pada tahun inipun sebetulnya Uthe mulai terlibat rekaman bareng musisi asal Maluku untuk album Jazz Pop Amboina lewat label Irama Tara milik alm. Nyoo Beng Seng. Lalu Aminoto Kosin ngajak Uthe terlibat dalam album kedua Karimata Band berjudul Lima di tahun 1987, disusul rilis album pop perdana Uthe, Seputih Kasih bersama Aquarius.

Dua tahun berikutnya meluncur album kedua, Tak Kuduga yg meraih BASF Award sbg Penyanyi Rekaman Terbaik serta Album Terlaris Ketegori Pop Disko, menjadi koleksi pertama Uthe di bidang rekaman. Pamornya kembali melesat sbg macan festival, meraih The Best Performance pada Midnite Sun Song Festival 1992 di Irlandia. Serta menjuarai City Of The Hague Award Festival, kemudian The Best Performance di Holland Casino Scheveningan Festival di Den Haag. Artikel inipun seolah cuma berisi rangkuman aneka penghargaan dari sosok munggil bersuara geledek, Uthe sang Diva. (nDy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s