Nusantara Medley – Koes Plus 2nd Generation

SAYA TUMBUH bersama musik Koes Plus. Pernah gitaran Mobil Tua bareng Pansimak Adi Rochayat yg kini pejabat PU PR Kalbar, tetangga di kompleks Datak era 70an sebelum digusur jadi Pasar Flamboyan. Lalu baca majalah Aktuil tentang Keluarga Koeswoyo bermusik mirip Everly Brothers, rekaman di studio Irama milik Mas Yos bos radio El Shinta tahun 1962. Hits awal seperti Bis Sekolah dan Dara Manisku, sukses membungkam Rahmat Kartolo sbg idola Patah Hati. Mereka juga fasih meniru The Beatles, meski pemerintah lagi anti budaya barat. Maka pada Juni 1965 seusai nyanyi I Saw Her Standing There di rumah pejabat militer, mereka diciduk aparat. “Jangan kalian seperti Koes Bersaudara. Masih banyak lagu Indonesia, kenapa mesti Elvis Elvisan?” ujar Ir. Soekarno di hadapan mahasiswa saat 17 Agustus 1965. Tonny dan adiknya dituduh ngak ngik ngok sehingga nginap 3 bulan di penjara Glodok. Beredar pula isu tugas rahasia sbg agen kampanye konfrontasi Ganyang Malaysia.

REKAMAN PERDANA Koes Plus tahun 1969 gak laku, seolah diboikot pasar sbg mantan napi. Lalu tampil di pentas Djambore Band Djakarta 1970, disesaki 3 ribu penonton Istora Senayan. Bareng band wanita The Candies, The Rhadows, Panbers dan lainnya yg sibuk ber-Inggris ria. Koes Plus tampil sbg penutup dgn empat karya sendiri berbahasa lokal. Tonny mengusung konsep nasionalis dan bangga mandiri sbg bintang acara. Perubahan jati diri diserta kreasi ajaib seperti Koes Plus versi keroncong, pop anak2, religious, dang dut, dst. Tonny berpesan, “Lagu kita bukan cuma produk intelek, tapi hiburan bagi orang awam”. Maka Koes Plus sering manggil tukang becak dan pengamen nyimak draft lagu baru. Jika dalam 15 menit bisa ditiru dan bikin senyum, berarti lolos rekaman seperti kisah lagu Kolam Susu. Begitupun ide Nusantara sbg kekaguman Tonny setelah diajak keliling pake helikopter. Indahnya negeri yg patut disyukuri lalu diabadikan oleh seniman insyaf. “Hutannya lebat, seperti rambutku. Gunungnya tinggi, seperti hatiku. Lautnya luas seperti jiwaku”. Tonny agaknya juga paham filosofi maritim, bahwa Nusa dan Antara menjadi marwah Archipelagic State yg menyatukan keragaman. (nDy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s