Nusantara Medley – Koes Plus 2nd Generation

cKoes Plus, formerly Koes Bersaudara or Koes Brothers, is an Indonesian musical group that established in 1960s. Known as one of Indonesia’s classic musical acts, the band reached popularity in the days far before the influence of private TV companies. Koes Plus electrify just like The Beatles shocked subculture in Indonesia also proved to be controversial to make them a legend. In 2007, Rolling Stone Indonesia magazine placed 10 of the band’s songs on the 150 Greatest Indonesian Songs of All Time list. The songs are “Bis Sekolah” (1964) at number 4, “Kembali Ke Jakarta” (1969) at #6,  “Nusantara I” (1971) at #19, “Kolam Susu” (1973) at #31, “Bunga Di Tepi Jalan” (1971) at #80, “Kelelawar” (1969) at #83, “Manis dan Sayang” (1969) at #88, “Pelangi” (1972) at #92, “Jemu” (1975) at #100, and “Di Dalam Bui” (1967) at number 126. (nDy) 

Tanpa itikad menafikkan peran dari para anggota keluarga besar Koeswoyo, kontribusi Koestono alias Tonny paling menonjol. Dia peletak pondasi kelompok remaja Teen Ager’s Voice di tahun 1952, menjadi Irama Remaja bersama Sophan Sophian. Ketika intervensi keluarga masuk, menjelma sbg Koes & Bros melibatkan Jan Mintaraga yg kelak dikenal sbg komikus. Selanjutnya Tonny menciptakan lirik dan lagu Nusantara yg menjadi sekuel serta jati diri Koes Plus. Merupakan frase yg eksis sejak era Majapahit, saat Gajah Mada merilis Sumpah Palapa di hadapan Ratu Tribhuwana Tunggadewi. Juga tercatat di kitab Pararaton untuk menyebut teritorial yg kini bernama Indonesia. Dalam wawancara di TV swasta, Yon bersaksi bahwa Tonny dapat inspirasi setelah diajak naik helikopter lantas terpukau panorama pertiwi. Jadilah Nusantara awal yg direkam untuk album Koes Plus Volume 5 tahun 1971. Tonny juga mewartakan kebebasan ekspresi yg terbelenggu slogan “musik ngak ngik ngok”. Setelah iklim kondusif di awal orde baru, Koes Plus melanjutkan serial Nusantara untuk album Volume 8 sampai 14, setelah hilang di Volume 6 dan 7. Dari sejumlah 8 jilid Nusantara, semua ciptaan Tonny kecuali lagu seri III dan V ditulis Yok Koeswoyo. Koes Plus merekonstruksi falsafah janji Gajah Mada hingga Deklarasi Djuanda sbg Ikrar Kelautan pada 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri RI, Djuanda Kartawidjaja. Pernyataan bagi dunia bahwa laut Indonesia merupakan perairan sekitar, di antara, dan di dalam Nusa dan Antara sbg penghubung satu kesatuan wilayah NKRI, bukan pemisah. Kini setiap tanggal 13 Desember telah ditetapkan sbg perayaan Nasional tidak libur berupa Hari Nusantara. Konsep Nusantara juga diterima untuk ditetapkan dalam Konvensi Hukum Laut PBB atau United Nations Convention On The Law of The Sea, di Tahun 1982. Berupa The Archipelagic State atau Negara Kepulauan Nusantara yg diakui dan berdaulat. (nDy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s