Sandra Ameido – Fariz RM

farizFariz RM is an Indonesian singer, songwriter, multi-instrumentalist who has released 19 solo albums since 1979. Three of them were listed in Rolling Stone Indonesia’s 2007 list as “The 150 Best Indonesian Albums of All Time”. Included this song from his 3rd album in 1981, he plays all instrument then recorded by himself. Sandra Ameido menjadi anthem pembuka album ketiga Fariz berjudul Panggung Perak, produksi 1981. Sesuai tabiat, Fariz pamer ketrampilan dgn memborong semua perkakas bunyi seperti drum, gitar, bass, piano dan kibor, alat tiup, vokal utama juga aransemen hingga penata rekam. Memang terbukti ajaib seperti pamor album Sakura yg digarap secara “one man band” di tahun 1980. Buatku mirip sensasi adonan virtuoso Gino Vannelli, Jan Akerman, Abe Laboriel dan ahli racik Alan Parsons. Ia cuma menyisakan perkusi dan glockenspiel sbg penjaga tempo yg dikawal Dandung Sadewa. Ambisi Panggung Perak sbg album konsep yg juga menjadi kilas hidup pribadi Fariz RM, telah diganjar masuk peringkat 54 dalam daftar “150 Album Indonesia Terbaik” versi majalah Rolling Stone Indonesia 2007. 

Lagu Panggung Perak yg berdurasi nyaris 15 menit sbg penutup album, secara pribadi kubagi dalam 4 movement ala ProgRock. Diawali narisi oleh Anneke Reijnenberg sbg ibu kandung Fariz yg juga guru piano klasik. Buatku, Panggung Perak bukan hanya catatan tentang prodigy yg menjadi legenda. Ia terlibat sbg drummer dalam album epik Badai Pasti Berlalu di usia belasan, lalu terjerat narkoba di senja karir, atau atribut sbg paman Sherina Munaf. Namun artefak generasi 80an wakil idealisme seni kontemporer Indonesia nan kompleks. Juga perlawanan terhadap mafia industri musik, berikut frustrasi akibat lemahnya aspek dokumentasi berikut standar hukum intelektual.Picture1Sementara personifikasi Sandra Ameido masih menjadi misteri, apakah mewakili nama khusus atau makna lain. Menurut rekan “Clipie Saleh” dari grup FB “Aktuil The Legend”, Sandra Ameido merupakan khayalan dari Omen Chaseiro. Dia nanya Fariz, “Gimana ya rasanya kalo kita punya pacar bule, namanya Sandra Ameido”. Kuterjemahkan melalui atribute video ini sbg simbol para bidadari jelita Indonesia, akronim dari Saint Angel. Terutama adegan pada intro lagu yg memadukan unsur nostalgia radio, disusul para malaikat berjatuhan ke bumi yg kuedit dalam hitungan sekian detik. Tentu kualitas audio turut kubedah karena sumber analog. Sambil mengenang jamanku saat tinggal di Pontianak awal 80an, judul ini pernah beken diplesetkan menjadi “Sanggau Ledo”, nama Kecamatan di pelosok Kalbar. Sensasi yg cuma dipahami para pelaku jaman tsb (nDy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s