Pustaka Musik Discogs 2017

discData dan dokumentasi merupakan sumber referensi, secara faktual maupun aktual. Salah satu rujukan favoritku untuk arsip online dan info rekaman adalah situs Discogs. Gudang data yg komprehensif dan “up to date” menghimpun segala dokumen juga status para musisi, band, label rekaman, penerbit, distributor, berikut pembeli, kondisi pasar, hingga kolektor musik di planet ini. Seperti umumnya basis online, Discogs didukung oleh tiap kontributornya sbg pemutakhir status, dikendalikan oleh korporasi Zink Media yg bermarkas di Oregon, Amerika. Melalui Discogs aku nemu data otentik bahwa Daniel Sahuleka pernah merekam Don’t Sleep Away versi Indonesia, Jangan Kau Menangis.

Profit komersil pasti menjadi tujuan utama Discogs. Namun sejalan kebutuhan telah berkembang sbg perpustakaan maya terlengkap sejagat. Faktor verifikasi data secara otomatis terbangun sesuai rekomendasi valid pasca setiap transaksi. Hasilnya luar biasa, entah kapan Indonesia mampu bikin pustaka ginian meski dibutuhkan. Nunggu setelah kucing beranak, lalu demam “tik tok” lewat, trus apalagi? Menariknya, Discogs rutin merilis laporan akhir tahun bertajuk “Marketplace Analysis & Database Highlight”. Yakni rangkuman evaluasi perkembangan berikut fluktuasi internal, juga menggambarkan fenomena terkini. Misalnya terjadi peningkatan transaksi di tahun 2017 terhadap 2016. Terbaca sbg kabar baik bagi pecinta rekaman konvensional di tengah penetrasi musik digital, terutama royalti via “open source” (yutube, dst) yg makin sulit ditangani.1abKemudian data dirinci lewat satuan format fisik, yakni jumlah transaksi Piringan Hitam sejumlah 7.949.932, atau meningkat 18,81% dari tahun lalu. Begitupun peningkatan jual beli berupa CD (28,39%) dan Kaset (29,54%). Rekor penjualan termahal di situs Discogs 2017 masih di dominasi Piringan Hitam. Yakni rekaman “Love Me Do” milik The Beatles seharga $14.757 USD atau senilai Rp 220 ribuan. Masih lebih rendah ketimbang rekor 2016 oleh Prince dgn plat “Black Album” ($15.000 USD). Selain aspek masrketing, juga update database mencakup selera berbasis aliran (genre) serta trend mutakhir. Kategori Rock tetap favorit merajai jumlah transaksi situs Discogs 2017, sebanyak 445,890 judul, diikuti genre Pop (293.173) dan Elektronik (251.449). Adapun genre yg meningkat pada 2017 oleh musik Latin sejumlah 24,05% dibanding penjualan tahun lalu.1aaJudul album rekaman paling banyak “berputar” tahun 2017 masih didominasi para Jurasic, yakni “Dark Side of The Moon” (Pink Floyd), album “Sgt. Pepper’s Lonely Heart Club Band” (The Beatles), hingga “Thriller” (Michael Jackson). Serta kejutan berupa masuknya album “OK Computer” milik Radiohead yg sanggup bercokol di posisi 10 besar dalam kategori rekaman terbanyak dikoleksi, ia bergabung dgn karya klasik para legenda. Artikel ini menjadi pelengkap videoku berjudul Piringan Hitam Termahal, karena memang berbasis utama referensi Discogs. Siapa tau setelah saya pensiun kelak bisa dihargai pihak Discogs, atau vendor berbasis dunia maya. Amin. (dionisius endy)

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s