Casiopea – Asayake = Embun Pagi

live_best_casiopeaNow you know why I miss the 80’s compared what they call music nowadays. Meskipun bermusik tanpa vokal alias instrumental, dari Jepang pula, namun Casiopea merupakan tonggak penting musik Indonesia era 80an. Publik sudah kenal beberapa vokalis populer seperti Mayumi Itsuwa hingga Utada Hikaru. Namun Casiopea membawa dinamika juga pamor lain seperti Sadao Watanabe, Tatsuro Yamashita, Himiko Kikuchi, hingga Kazumi Watanabe yg rasanya sulit diterima publik Jakarta tanpa mengenal dulu Asayake, Sunny Side Feeling, terutama Galactic Funk. Fenomena Casiopea juga lekat dgn kharisma Light Music Contest nan bergengsi dan jadi acuan musisi2 muda lokal. Lahirlah nuansa  fusion seperti Krakatau Band, Karimata, Modulus, Emerald, Funk Section hingga Indonesia 6. Mereka mengusung Jazz-Rock, atraktif bak Rockers serta njelimet khas Jazz. Begitulah jasa Casiopea berikut generiknya Jimsaku bagi musik Indonesia 80an, bahkan punya fans lebih fanatik ketimbang reputasi Level 42 maupun sindikasi pemusik GRP. 

Aku mulai koleksi kaset Casiopea sejak era 82an. Terhenti di album studio Platinum yg dihiasi vokal juga memuat lagu lawas Bridge Over Trouble Water, akibat peralihan edisi kaset bajakan ke lisensi di akhir 88an. Rada capek kalo ngikutin produktifitas Casiopea yg bikin album baru saban tahun. Rasanya aku udah ngumpulin 50an kaset berikut album konser dan bootleg seperti Konser di Melbourne. Serta beberapa CD album yg harganya super premium krn orisinil. Casiopea juga mempengaruhi peta musik di kampusku era 80an. Anak Fisip rada nge blues atau nge-pop seperti si Baron dan Ronald (pendiri Gigi Band), lalu anak Hukum maen Trash Metal kayak Metallica. Jadi di pentas kampus udah berisik pake Master of Puppets sejak 85an. Dari jurusanku tampil si Jikun, gitaris /Rif yg bawa lagu Toto hingga Rush. Nah giliran anak ekonomi, mereka tampil begitu ekslusif dan rapih lewat lagu2 super presisi milik Casiopea. Pengalaman 80an amat berkesan, masa mudaku telah terselamatkan. Akupun bisa bilang, betapa rugi generasi musik era sekarang. Mereka yg gak kenal Casiopea, boro2 mengalami sensasi menabung untuk membeli tiap album terbaru, hingga memburu konsernya. (nDy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s