Wajah 80an : Fariz RM & Candra Darusman

80ssPencinta Musik Indonesia era 80an pernah punya beberapa idola yg nyaman dilihat. Dalam hal ini berupa paras sejumlah musisi pria yg sulit buat dilupakan terutama oleh kaum hawa. Namun wajah pemusik belum menjadi garansi sukses karena popularitas hanya optimal lewat audio kaset atau radio. Sedangkan konser atau jumpa fans sangat terbatas, serta TV begitu monoton, youtube belum kepikiran. Maka kriteria wajah hanya tambahan, dibalik kualitas musikal berikut sederet prestasi. Sehingga mereka bukanlah mewakili kriteria “boys band” belaka. Seingatku ada dua penampakan yg sanggup bikin histeris serta mewakili ikon musik Pop Kreatif 80an: Candra Darusman dan Fariz RM. BTW artikel ini kuedit setelah video “Kekagumanku” dapat klaim, langsung kuhapus. Kuganti dgn video Fariz RM tanpa merubah isi artikel untuk kenangan.

Candra Darusman kelahiran Bogor, seolah turun dari langit ke dalam belantika musik. Lantaran sejak masa kecil hingga lulus SMA mengikuti ayahnya sang diplomat di luar negeri, baru menetap di Jakarta saat kuliah. Ia membidani kelompok vokal Chaserio yg sukses lewat lagu “Pemuda”, menelurkan 4 album studio. Mereka rutin mentas di acara Musik Kampus Fakultas Ekonomi UI. Selanjutnya Candra bikin gebrakan ajang Jazz Goes To Campus, dianggap pelopor pesta Jazz bagi publik serta terbesar di negeri ini. Wajah Candra mulai go nasional setelah dicetak pada sampul album solo “Indahnya Sepi”, juga judul lagu yg berkibar di 1981. Menyusul album kedua “Kekagumanku” tahun 1983, telah membuktikan Candra bukan hanya musisi dan konseptor rupawan. Tapi juga piawai untuk mencipta lagu bermutu sekaligus melantunkannya.Candra-Darusman-KekagumankuKarir musik Candra semakin mapan dgn membentuk band Karimata, berikut beberapa album fenomenal. Selain melahirkan beberapa vokalis handal sbg tamu utk tiap album, Karimata juga terlibat kolaborasi bareng musisi kaliber Bob James, Lee Ritenour hingga Phil Perry. Menurutku, album perdana Ruth Sahanaya sebetulnya proyek Karimata dgn ditambah vokal. Akhirnya Candra Darusman telah membuktikan talenta lewat prestasi, bukan setor tampang belaka. Begitupun reputasi juga wajah Fariz Roestam Moenaf yg selalu muncul di tiap sampul albumnya, magnet jitu saling menguatkan. Mungkin sulit mencari wajah Fariz RM yg masih SMA saat terlibat sbg drummer dalam album abadi “Badai Pasti Berlalu”. Tapi siapa sih yg sanggup lupa tatapannya lewat sampul album “Sakura”? Wah tulisan Fariz bisa lebih panjang lagi deh, googling aja. Atau ntar kutulis  buat videoku yg lain dgn judul Cinta Kian Menepi dari album Peristiwa. (nDy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s