House For Sale & Balada WAG

1.LAGU beken di Indonesia bagi generasi 80an. Meski di negara asalnya biasa aja, bahkan gak dikenal publik Amerika. Mungkin akibat konflik bisnis, saat pencipta lagu berbeda perusahaan dgn penyanyinya. Selain kendala royalti juga hak edar. Ditambah judul gak lazim padahal cukup catchy, “Rumah Dijual”. Aku masih SMP saat koleksi tembang ini, juga lagu Selfpity, selalu bingung. “Alunan melankolis dan indah gini, kok pake judul kayak dagang? Mana yg nyanyi pake nama setan segala”. Setelah nemu lirik secara utuh baru paham. House mewakili fisik sbg wadah ritual berikut kenangan rutin, tentu sedih saat pindah atau berpisah. Apalagi saat pembagian harta gini gono .. it is yours and it is mine. Bedakan dgn Home yakni istri dan anak buatku, ikatan yg gak akan bakal putus dan gak bisa digadai. Bagaimana House jaman now yg gak lepas dari dunia online, wadah ngumpul maya seperti WAG. Itu loh, WhatsApp Group, bukan istilah Wives And Girlfriends di dunia sepak bola yah. Apakah WAG relevan dgn House sesuai topik lagu? Aku pinjam tulisan Denny Siregar dgn sedikit editing tentang Balada WAG. 

“Bang, masukin di whatsapp grup ya?”. Saya biasanya bengong kalau disapa kayak gitu. Ciri khas orang timur adalah santun, sehingga gak enak menolak permintaan seperti itu. Entar dikira sombong. “Ya sudahlah, silahkan..” Dengan berat mengiyakan, meskipun yang menyapa tadi saya gak begitu kenal. Tapi mau gimana lagi? Akhirnya terdaftarlah sebagai anggota Wag. Grup ke 30 yang saya ikuti, mulai dari grup SMP, grup SMA, grup Kuliah sampai grup masak memasak. Itu masih sopan minta ijin. Ada lagi yang dengan tiba2 buat grup baru dan masukkan saya ke sana tanpa permisi. Main add aja seakan rela di masukin. Anggota grup itu2 aja, minus orang dimusuhin di grup sebelumnya. Dampak ketika terdaftar di grup, nomer hp kelihatan sehingga mudah di add. Dan pembicaraan dimulai. Notifikasi terus muncul saling sapa. Aneh, padahal mereka berteman di grup sebelumnya, ngapain nyapa lagi di grup baru ? Pembicaraan cepat terjadi. Satu orang komentar tentang baju. Dibawahnya komentar mobil. Dibawahnya lagi muncul tentang rumah. Saling gak berhubungan. Eh si baju, baru dikomentari sesudah tumpukan 6 komentar berbeda. Makin bingung, saya pegangan celana yang mulai kendor karetnya..
1as
Pelan saya masuk grup info, scroll ke bawah mencari tanda exit. Tapi 5 detik kemudian, masuk WA dari seseorang yang lebih saya gak kenal. “Abang kok exit ?” Saya jawab dengan alasan bla bla bla. Entah kenapa ditanya, mestinya kan tahu kalau exit berarti ada sesuatu. Lalu dia jawab, “Gak enaklah bang, teman2 nanyain kenapa exit bla bla..” dan diakhiri “Saya masukin lagi, ya bang ?” Rasa gak enak muncul lagi, “Ya sudahlah..”.Ting ! Saya kembali ke grup itu lagi dan disapa kembali, “Halo, bang Denny selamat datang…” Ngapain coba disapa lagi ?? Terlalu basa basi. Saya pun jawab basa basi juga, “ Wah rame ya…” Komentar saya baru ada yang jawab sesudah ketimpa 6 komen lain dengan topik berbeda… Saya tidak paham bagaimana orang2 rebutan bicara sehingga nyaris tidak ada yang membaca.. Apalagi saat ada Ultah, bertubi tubi, baru stop setelah sadar yang ultah ternyata gak ada di grup. Bentar lagi ribut antar sesama anggota. Karena orang bilang “kalau hubungan jauh itu bau wangi, terlalu dekat bau tai..” Dan sesudah keributan, tiba2 muncul lagi grup baru yang anggota2nya si dia2 juga minus orang yang dimusuhi tadi. Dan saya di add lagi, seakan pro sama dia. Begitu terus gada habisnya. Ingin saya banting gelas kopi yang sudah habis isinya ;o)

One comment

  1. Thank you, I have recently been searching for information about this subject for ages and yours is the best I’ve discovered so far. But, what about the bottom line? Are you sure about the source?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s