Kekuatan Kata-Kata – Mohammed Qahtani

1..Hubungan antara ayah dgn anak lelaki sering bermasalah? Salah satu penyebab adalah komunikasi, berupa akumulasi perkataan yg tidak harmonis. Para lelaki memiliki kadar ego yg sama, menolak intimidasi, selalu butuh eksistensi sbg mahluk dewasa dan naluri sbg pemimpin. Maka ayahnya menjadi rival pertama dan paling utama bagi setiap anak lelaki. Sebaliknya, tiap ayah kadang menilai anak lelakinya sbg rival potensial yg mesti segera dijinakkan sejak dini, sebelum mereka menguasai dunia. Maka isi dialog mereka kadang bukan lagi tentang nilai salah atau benar. Tapi saling ngotot beradu pengaruh, hingga keduanya harus berpisah. Hanya akibat kata, maupun perkataan. Jika dikatakan dan di artikulasi dgn benar, bisa merubah pikiran seseorang. Bahkan sanggup merubah keyakinan. Kekuatan sebagai motivasi menuju sukses, atau sanggup menghancurkan kebahagiaan dan harga diri lewat perkataan. Begitu pula pilihan kata sederhana dapat mempengaruhi, apakah pesan jadi mudah diterima ataukah ditolak. Kadang sebuah itikad berikut suasana indah malah jadi rusak akibat pilihan kata yg salah, termasuk setelah disampaikan lewat cara kurang tepat.

Mohammed Qahtani mendadak terkenal pasca menjuarai lomba pidato tingkat dunia. Pada ajang Toastmaster World Championship of Public Speaking, bertempat di Las Vegas bulan Agustus 2015. Ia melewati nyaris 33.000 kontestan dari berbagai negara dgn sistim gugur selama 6 bulan sebelumnya. Hingga di acara puncak bersama 9 finalis dihadapan sekitar 2.500an undangan memenuhi gedung Caesar Palace. Prestasi Qahtani menjadi sejarah sbg juara untuk pertama kali yg berasal dari luar Amerika. Ia kelahiran dan mewakili Kerajaan Arab Saudi, dengan profesi sbg kontraktor lapangan, atau security engineer. Meski bukan mewakili motivator atau sejenisnya, Qahtani terkenal bawel dan kocak sejak sekolah. Sering tampil di berbagai acara lokal sejenis standing comedy. Salah satu komentarnya saat menang lomba, “Kadang sebuah bahan dan kata yg sama, bisa memperoleh reaksi yg berbeda pada waktu dan tempat yg berbeda pula”.1...Berikut adalah kiat Mohammed Qahtani untuk memenangkan kejuaraan tanpa kehabisan bahan, atau standard umum bagi pembicara publik umumnya :

1. Rebut perhatian pendengar sejak awal. Qahtani mulai dgn gaya akan merokok, telah memantik perhatian. Argumentasi berikutnya hanya penyesuaian. Frase “dua temanku langsung merokok”, sungguh tesis nan brilian.
2. Fokus dan konsisten pada topik. Bicara rokok, lalu pengalaman dgn anak, teman yg meninggal, semua seolah berdiri sendiri. Tapi punya pesan yg sama dan relevan sbg satu dampak : kekuatan perkataan.
3. Berlaku subjektif. Mungkin agak rancu, pembicara publik mesti objektif dan netral. Namun konteksnya mengarah kepada cara melibatkan audiens lebih aktif. Lupakan penampilan, suara dan sound system. Gugah respon penonton lalu tanggapi spontan. Cara Qahtani niru anaknya mencoret dinding sambil menantang, hingga adegan alat pacu jantung utk merubah makna “clear”, amat berkelas.
4. Optimalkan kelemahan. Masalah utama Qahtani jelas sbg bukan lahir berbahasa Inggris (1st mother language), mencakup aksen dan idiom. Namun beberapa mentor lomba menasehati utk manfaatkan keterbatasan agar lebih jujur dan simpel.
5. Akhir yg positif. Saat mulai dgn humor dan penonton tertawa, sebetulnya jebakan. Lomba pidato jelas beda, bukan standing comedy. Qahtani sukses menggiring emosi audien jadi relax di awal, beralih sedih saat kematian sahabat. Lalu keduanya dilebur lewat retorika positif, “Words have power, words are power. Your mouth can spit venom, or it can mend a broken soul“. (dionisius endy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s