Arsitektur UNPAR 1985-1986

1bSebelum ikut test di Unpar, aku sudah dapat bangku di FT Arsitektur Trisakti. Tentu dgn nominal yg ditawarkan, aku pilih menolak. Sedangkan di Bandung tanpa keluar biaya sepeserpun. Mulai dari nginap plus makan gratis di Wisma BNI yg ada lapangan tenis di Ciumbuleuit atas, ikut test selama tiga hari, lalu balik ke Bogor. Hanya bayar bis bolak balik, selama test malah asik tenis untuk melawan dingin. Setelah dapat khabar lulus, tempat kost pertamaku di “Rumah Eyang” di Bukit Indah, tepat depan kampus. Sempat ketemu Marco yg lagi skripsi, kamarnya tersendiri di paviliun atas. Jumlah teman pada angkatanku sekitar 90an sesuai Kartu Induk Mahasiswa, nomorku pas 70. Tapi rasanya gak sampai 60an siswa saban kuliah. Selalu berkurang tiap tahun terutama pasca penerapan kurikulum berbasis SKS. Mungkin angkatanku cuma 40an yg lulus.

Banyak kejutan selama di Unpar, terutama gaya hidup. Untuk pertama kali jadi anak kost, sendirian di surga Parahyangan, you know what I mean deh. Setelah pindah kost di tahun kedua ke Rancabentang, periode jahiliyah dimulai. Salah satu teman belakang kamarku yg heboh, dipanggil Ara atau si Jempol. Maruarar Sirait nama lengkapnya, paling jangkung pake kemeja biru di foto atas. Bandung bukan hanya tempat kuliah, tapi pelajaran hidup sebenarnya. Saat di Unpar aku pernah jadi ketua unit Taekwon Do selama dua periode, sempat ikut Kejuaraan Mahasiswa se Jabar. Juga gabung Paduan Suara Mahasiswa, juara 2 se Indonesia tahun 1988 dgn lagu pilihan Manuk Dadali. Kalah dari ITS Surabaya yg bawa lagu Badminton, tapi memukul favorit ITB dan Trisakti. Sedangkan salah satu kebanggaan sbg siswa Arsitektur, bisa ikut Menwa Batalyon III Parahyangan. Rasanya satu2nya perguruan tinggi non pemerintah dgn status batalyon. Lalu turun lagi kebijakan baru, gelar Sarjana Teknik akan berlaku tahun depan. Nah saatnya ngebut agar bisa di wisuda sbg tukang Insinyur terakhir, tahun 1992.

1aVideo ini kubuat menjelang Reuni Akbar Arsitektur Unpar di kampus Ciumbuleuit, Sabtu 04 Juni 2016. Sayangnya aku gak bisa hadir karena pekerjaan, setelah puluhan tahun gak pernah ketemu teman2 kampus. Ditambah berita bangunan Arsitek akan dirobohkan. Beruntung aku pernah beberapa kali datang ke kampus dan berfoto, termasuk napak tilas ke Bukit Indah, Rancabentang, Bukit Jarian, dst meski hanya ditemani istri. Tujuh tahun di Unpar yg tak akan terlupakan. (dionisius endy – nik. ars. unpar 585.070)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s