Kasus Jiplak Lagu – Plagiarism

1.Istilah Jiplak (plagiat) akan jadi kasus antara dua pihak, yakni pihak pertama sbg klaim pemilik syah yg dibuktikan telah terdaftar resmi. Melawan pihak kedua sebagai terduga menjiplak. Namun apapun hasilnya, kasus jiplak bukan ranah hukum formal selain soal etika dan reputasi. Kecuali telah berkembang terdapat imbalan sbg hasil penggandaan (pembajakan) berikut peredaran secara ilegal. Plagiarism is not the same as copyright infringement. While both terms may apply to a particular act. The’re different concepts, and false claims of authorship generally constitute plagiarism regardless of whether the material is protected by copyright. Maka bisa dibedakan antara penjiplak (plagiarism) yg mencakup unsur kreativitas dan intelektual, dengan kasus pembajak (piracy) meliputi unsur penggandaan, penyebaran dan penjualan.

Memang naif jika manusia seolah gak bisa punya hak cipta. Apalagi dibenturkan dgn paham, “Semua ciptaan di dunia hanya milik Sang Pencipta”. Sementara yg disebut karya asli kreativitas individu, umumnya hasil mengulang atau pe-mutakhir-an belaka. Bahkan kadang disengaja sbg proses kreatif, misalnya dua karya nyaris serupa sbg sekuel. Contoh lagu “Oh Carol” milik Neil Sedaka untuk Carole King, lantas dapat jawaban berupa “Oh Neil”. Istilahnya “reminiscenza”, atau lirik saling mempengaruhi. Artinya perkara inspirasi (intelektual) lebih berkisar kualitas etika. Kemudian hak cipta (copy rights) memang dapat melindungi secara formal, terutama saat kasus jiplak berkembang menjadi pembajakan serta penjualan yg merugikan pihak lain.UntitledJika menyimak sejarah, tidak ada karya seni yg 100% otentik. Sebutlah sajak Chairil Anwar, Kerawang dan Bekasi, konon mengutip bait The Dead Young Soldiers karya Archibald MacLeish. Lagu rakyat Rusia diakui Ismail Marzuki menjadi Panon Hideung, lagu Kulihat Ibu Pertiwi total terjemahan What a Friend We Have in Yesus. Konon WR Soepratman pernah mengakui Indonesia Raya terinspirasi Lekka Lekka dari Prancis. Namun mereka tetap dihormati sbg seniman besar berikut karyanya, seperti tertulis di buku Sejarah. Begitupun kasus “lagu mirip” juga sering berujung di sidang pengadilan, keputusan lebih bersifat “mengakui” lalu bayar royalti, beres. Esensi tulisan ini dapat menggugah bahwa profesi penulis lagu telah lebih penting dan kaya ketimbang artis pembawa. Walau kalah popularitas bahkan cenderung dilupakan, apalagi si pencipta malas publikasi dan cuwek dokumentasi. Indikasi maraknya pembajakan karena bisa memanfaatkan celah tsb. Seperti video yg berisi contoh “mirip-isme” ini, jelas terekam karya klip artis pertama (asing). Sementara klip Indonesia berkesan ceroboh bahkan langka didapat. Hanya ribut saat merasa rugi padahal belum tentu benar.Untitled1Proses menjiplak di dunia musik dapat ditinjau beberapa aspek. Mencakup penggunaan karya pihak lain lantas diaku sbg ciptaan pribadi, termasuk ide berupa motif dan/ atau melodi, berikut “sampling” (materi contoh). Secara patokan teknis (notasi), telah memenuhi kriteria setidaknya 8 bar nada otentik dari versi awal. Namun bersifat tidak mengikat, sehingga segi hukum gak bisa memfasilitasi proses kreatif (substantial similarity). Sementara UU Hak Cipta hanya tercantum pelarangan eksploitasi atau batasan memperbanyak karya cipta. Begitupun arti Plagiarisme menurut Permendiknas No. 17/ 2010 lebih terbaca sbg “tata cara menyadur” berikut sumber kutipan (citation). Alias, bagaimana referensi menjadi syah. Tidak meninjau esensi produk di wilayah karya tulis ilmiah. Bedakan dgn kasus “joki ujian” misalnya yg ditinjau akibat terjadi transaksi jasa ilegal. Sedangkan contoh pekerja seperti “ghost writer” adalah syah meski terdapat “manipulasi kepemilikan” tapi atas dasar persetujuan mengikat. (dionisius endy)

One comment

  1. Magnificent items from you, man. I’ve consider your stuff previous to and you’re simply extremely fantastic. I actually like what you have obtained right here, certainly like what you’re stating and the way in which wherein you assert it. You’re making it enjoyable and you continue to care for to stay it wise. I can not wait to read far more from you. That is really a wonderful web site.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s