SMULE : And I Love You So

a1Sejak SMA aku sering “bedah lagu”, terutama kisah dibalik ciptaan serta penyanyinya. Sumber bahan amat terbatas, dari koran juga majalah sejenis Aktuil, Topchords, Hai, dll. Lalu kutulis ulang berikut interpretasi, menjadi cerita baru walau berpotensi bias. Salah satu uji coba pernah kukirim untuk lomba cerpen sekolah. Lumayan juara dua dgn topik Rayuan Pulau Kelapa karya Ismail Marzuki, ditambah petualangan fiksi ke Sydney sbg pianis. Eh siapa sangka 20 tahun kemudian aku beneran bisa kuliah di OZ ;o)

Aku pernah nulis tentang perempuan, terpana menyimak pria melantunkan tragedi pelukis impresionis asal Belanda. Hidup sengsara di Paris kemudian gila sampai ajal. Sepanjang hayat melukis ribuan karya, cuma satu yg terjual. Ia pernah potong telinga lalu diberikan pada WTS kelaparan, tentu saja lari ketakutan. Ironis setelah meninggal, semua lukisannya diburu kolektor sbg karya termahal dunia. Don McLean si penyanyi tadi, merangkum kisah Van Gogh lewat Starry Starry Night. Anda boleh nangis dengar lagu ini setelah paham kisahnya. Begitupun si perempuan yg lantas dapat ide menulis dan nyanyikan The First Time Ever I Saw Your Face, khusus buat Don. Mereka terlibat cinta, Don menghadiahkan And I Love You So dgn frase terkenal, “People ask me how, I tell them .. I don’t know”. Kira2 berarti, “Kok kalian bisa pacaran?” Jawabnya, “Gak tau tuh”. Si perempuan gak mau kalah, balas lagi pake Killing Me Softly With His Song. Saling bersahutan sambil dapat duit persis Muchsin dgn Titiek Sandora hingga menikah. Namun Don McLean dgn Roberta Flack akhirnya pisah. Benar apa kagak tulisanku di taon 80an ini, pan sekarang gampang tanya mbah Google.UntitledVideo ini memiliki kesan khusus, sebagai rekaman smule pertama yg kubuat jadi video. Hasil duet dgn om Ateng Masri di Jakarta, belum pernah kenalan atau bertemu hingga sekarang. Aku nyaman mendengar suara bariton beliau, serta aman secara standard. Sehingga gak ragu bikin improvisasi nada baru, supaya gak tenggelam oleh kharisma partner. Materi klip dari potongan film pendek Rusia, disisipi rekaman kota Pontianak dari angkasa. Sempat dicekal youtube akibat klaim hak cipta. Lalu kuajukan protes juga ijin ke pihak manajemen bersangkutan selaku “creative commons”, akhirnya selamat. Hampir semua video dgn materi lagu smule kena peringatan alias gak bisa dapat dolar. Beberapa kuhapus supaya aman, sebagian masih dipajang demi alasan kenangan. Meski rekan nyanyi gak terlalu paham yg terjadi. Video2 smule sempat jadi trend di channel pribadiku, efesien menambah viewers baru dari smulers Philipina, Australia, USA, dst. Umumnya mereka surprise dgn video tsb, malah bantu promosi terutama via Twitter. Pernah sih ada yg nolak demi alasan privacy, kudu kuhargai pula. (nDy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s