Luis Suarez & Anger Management

UntitledMARAH, dapat berdampak menghancurkan. Atau sebaliknya, jadi kekuatan melalui kontrol berupa “Pengendalian” (Anger Management). Kemarahan merupakan motivasi dahsyat, setelah dikendalikan lewat analisa logis menjadi optimal bahkan di luar batas normal. Maka ada pemeo, “pemarah yg baik” merupakan bekal bagi pemenang sejati. Luis Suarez, contoh pemberang sekaligus pujaan di lapangan hijau lewat figur anarkis. Salah satu atlit dunia paling berbakat, disegani sekaligus dibantai lawan. Juga dicintai fans sambil dihujat kritisi bola. Suarez amat menyadari setiap amarah punya dampak, meski demi alasan yg sulit dipahami. Dalam dunia hitam dan putih, Suarez bak dua sisi koin. Ia jadi pahlawan negara saat meloloskan Uruguay ke semi final Piala Dunia 2010. Sekaligus penjahat dunia pasca diusir dgn kartu merah walau menyingkirkan Ghana.

Suarez anak keempat dari tujuh bersaudara miskin, orang tuanya bercerai ketika ia berusia 9 tahun. Faktor utama yg membentuk karakter dasar, serta umumnya pemuda Latin amat gila sepak bola. Ia rela jadi penyapu jalanan untuk upah kecil tapi bisa main bola sesukanya. Gak pernah mencicipi lapangan rumput krn gak sanggup beli sepatu. Tapi Suarez bukan tipikal minder. Saat naksir cewek sbg cinta pertama, ia rela melepas gaji seharian hanya untuk traktir si pujaan demi ngobrol berduaan. Gadis yg kemudian meminta Suarez lebih serius untuk karir sepak bola. Hanya dgn cara itulah Suarez kelak dapat menyusul gadis pujaan semata wayang karena pindah ke Spanyol tahun 2002an. “Dia amat terpuruk, menangis nyaris sebulan”, ujar Maxi, abang Suarez pasca ditinggal. Kesedihan yg berganti marah, dilampiaskan di lapangan seolah hobi mengkoleksi kartu merah. Lalu pemandu bakat klub Groningen mengajaknya ke Belanda di usia 19. Suarez cepat menyesuaikan diri lewat bakat, terutama amarah terpendamnya. Hanya di 5 laga awal Liga Belanda 2006, ia mencetak 4 gol, plus 3 kartu kuning dan 1 merah. Pamornya sbg pemburu gol mulai terang namun diikuti problem tabiat, membuat klub Groningen risih. Tapi klub raksasa Ajax merasa dapat menundukkan Suarez lewat kontrak mahal. Marco van Basten sang pelatih amat terkesan dgn statistik gol Suarez, sekaligus pusing atas jumlah kartu kuningnya. “Ia begitu liar dan sulit dipengaruhi, tapi membuatnya amat istimewa”, bela Van Basten setelah Suarez mencetak gol lalu diusir akibat adu pukul dgn rekan sendiri saat melawan Utrecht.SPT_2014-06-20_FOO_084_32056953_I2TAHUN 2009 menjadi era penting Suarez, menikahi gadis masa kecilnya di benua baru. Ia terbang ke Spanyol, serta memangkas rambut lebih rapih. Sebagai hadiah sekaligus berharap perubahan, Ajax mendapuknya sbg kapten klub. Suarez memang lebih kalem tanpa kompromi sbg predator lebih dari satu gol di setiap laga. Dengan rekor total 35 gol untuk 33 pertandingan, ia jadi top skorer serta Pemain Terbaik Eredivisie 2009/10. Namun cobaan semakin berat serta wasit seolah cenderung gak melindungi Suarez. Tiba juga puncak kekesalan pada laga panas melawan rival bebuyutan PSV. Suarez menggigit bahu Otman Bakkal, berdampak skors 7 pertandingan. Ajax habis kesabaran, langsung membuka jendela transfer. Suarez pun butuh panggung lebih besar, ia membidik Liga Inggris. Ia harus keluar dari Periode Amarah babak kedua. Januari 2011, Suarez tiba di Liverpool dan langsung meminta Jersey nomor keramat 7. Tampil sbg pengganti di laga perdana menjamu Stoke, langsung cetak gol kemenangan. Liverpool mengalami salah satu periode terbaik bersama Suarez, sekaligus horor akibat bulan2an pers Inggris. Periode inilah ia didakwa menggigit pundak Chiellini di Piala Dunia Brazil 2014. “Aku hanya ingin menang, marah karena ambisi. Tanpa amarah aku pasti lemah”, sahutnya kepada Steven Gerard yg selalu minta bertahan semusim lagi di Anfield. Kedua pendekar Anfield seolah sepakat, mereka harus membawa The Reds ke pentas Champion musim 2013/2014. Suarez berhasil, kemudian pamit di Anfield.suarezwithchild250614Suarez meninggalkan Inggris secara manis sbg pemilik Sepatu Emas Eropah, pencetak gol tersubur kaliber Eropah. Juga Pemain Liga Inggris Terbaik yg belum pernah diterima pemain Amerika Latin lainnya. Juga Steven Gerard menutup karir meskipun dgn catatan buruk akibat belum pernah menjuarai Liga Inggris. Lalu Suarez tiba di tanah impian, rumah gadis pujaannya di Barcelona pada 12 tahun silam. Ia juga main bareng para idola di satu klub, sebagai Trio MSN. Namun Suarez gak akan lupa Periode Kemarahan Babak Ketiga di Inggris, dengan menamai anak sulungnya Delfina. Sofia Balbi, sang istri yg ngasi bocoran, nama Delfina merupakan palindrome kata dari Anfield. Sukses untukmu Suarez, sang Pemarah dan semoga jadi lebih Ramah ;o)

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s